Luwu Utara, 15 Agustus 2025,redaksimedia.com— Perjalanan panjang dan medan ekstrem tak menyurutkan langkah PT PLN (Persero) untuk menghadirkan energi terang di Kecamatan Seko, Luwu Utara, Sulawesi Selatan di momen Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui inovasi SuperSUN, PLN berhasil melistrik dan menerangi wilayah terpencil yang sebelumnya belum ada listrik. PLN membuktikan komitmen dalam menghadirkan energi berkeadilan hingga pelosok negeri serta mendukung program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yaitu revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran.
Kecamatan Seko Memiliki 12 Dusun,dua diantaranya yakni dusun palandoan dan dusun embonatana.
Upaya PLN dalam memberikan energi listrik untuk menerangi kedua sekolah tidaklah mudah. Petugas PLN harus menempuh jarak sejauh 530 kilometer (km) selama 15 jam dari Kota Makassar ke Dusun Palandoan, Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan. Sedangkan untuk menuju dusun embonatana Dari Pusat Kota Luwu Utara , Petugas PLN melewati akses jalan yang sangat ekstrem dengan menggunakan motor ojek yang sudah di modifikasi khusus untuk mengangkut material seberat 100 kilogram (kg) dan panel surya dengan dimensi 230 centimeter (cm) dengan jarak tempuh 40 Kilometer dan memakan waktu tempuh 5 jam melalui jurang, jalanan berlumpur, terjal, serta sungai.
Petugas PLN harus mengeluarkan biaya ojek sebesar satu juta rupiah sekali jalan.Harga Ojek termahal di Sulsel.
Kondisi Jalan yang Ekstrem,jurang yang terjal,serta melewati derasnya sungai,tidak menyurutkan semangat tim PLN yang dipimpin oleh seorang srikandi yaitu Manager PLN Unit Layanan Masamba, Rindy dalam mobilisasi material SuperSUN. Petugas memiliki tantangan besar karena panel surya yang besar sehingga butuh perjuangan untuk dapat melewati jalan terowongan panjang, bahkan beberapa kali material dipikul untuk melewati jembatan sempit.
Haru dan sukacita mewarnai penyalaan listrik di beberapa sekolah di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Lewat sentuhan tangan PT PLN (Persero), kemandirian energi telah hadir dan dinikmati siswa-siswi di sekolah agar dapat meningkatkan taraf ekonomi dan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).Berkat inovasi SuperSUN, PT PLN (Persero) juga berhasil menghadirkan listrik bersih sekaligus menjadi tonggak sejarah penting bagi masyarakat Seko yang sekarang menikmati listrik.
Tercatat sampai dengan saat ini 33 SuperSUN telah terpasang di rumah ibadah, kantor desa, sekolah, dan beberapa fasilitas umum di pelosok Kecamatan Seko.

Pada Momen Kemerdekaan Republik Indonesia, Masyarakat, fasilitas umum serta sekolah yang selama ini bergelut dengan keterbatasan, kini sudah memiliki akses listrik yang andal dan ramah lingkungan. Bagi masyarakat, para guru dan murid, nyala listrik ini bukan sekadar penerangan, tapi merupakan simbol harapan baru untuk hidup lebih baik, belajar lebih lama, mengakses teknologi pendidikan, dan mengejar mimpi.
Kepala Sekolah UPT SDN 095 Beroppa, Meri Harianti Kambuno mengatakan hadirnya program Supersun PLN telah memberikan penerangan listrik serta revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran di sekolah.
“Dengan adanya listrik tentu akan membawa dampak positif pada proses pembelajaran di kelas di mana kami juga dapat memanfaatkan media elektronik dalam kegiatan pembelajaran untuk menyajikan pembelajaran yang lebih interaktif dan lebih menyenangkan di dalam kelas.
Salah satu pelajar dari UPT SDN 095 Beroppa yakni Ovel Mengaku haru dan senang ketika PLN menerangi sekolahnya, agar dunia pembelajaran kami semakin keren, sekarang kami bisa belajar pakai laptop,” kata Ovel.
Hal Senada juga di ungkapkan Givana Siswi UPT SDN 095,dirinya mengapresiasi PLN yang menerangi sekolah kami,sehingga pembelajaran di kelas dapat lebih menyenangkan karena dapat menonton video pembelajaran. Terima kasih sudah membuat dunia pembelajaran kami semakin menyenangkan,” ungkap Givana.
Di tempat.terpisah Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman turut mengapresiasi upaya PLN dalam melistriki Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. “Walaupun dihadapkan dengan tantangan akses yang sangat berat, melistriki Kecamatan Seko adalah sebuah mimpi lama yang akhirnya berhasil kita wujudkan. Wilayah yang selama ini gelap gulita di malam hari, kini telah diterangi berkat kerja keras banyak pihak dan kehadiran teknologi ramah lingkungan yaitu Super SUN dari PLN,” kata Sudirman.
“Ini bukan sekadar soal listrik tapi ini adalah soal keadilan energi. Kami bersyukur dan bangga bisa menghadirkan terang bagi saudara-saudara kita di pelosok Sulawesi Selatan. Terima kasih kepada seluruh tim, khususnya PLN, atas komitmen dan inovasinya untuk menerangi negeri di hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) Edyansyah menyampaikan bahwa kehadiran listrik yang bersumber dari energi bersih melalui program SuperSUN ini merupakan bagian dari misi besar PLN untuk menyediakan akses energi yang adil bagi seluruh rakyat. Ia memaparkan SuperSUN merupakan inovasi energi bersih dari PLN dengan wujud Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro yang terintegrasi dengan _energy storage_. Ini merupakan solusi elektrifikasi karya anak bangsa yang menjadi bukti komitmen PLN dalam menghadirkan terang ke pelosok negeri, terutama di wilayah 3T.
“Penyalaan listrik di Kecamatan Seko ini merupakan bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yaitu revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran di wilayah 3T yang didorong oleh pemerintah melalui Kementerian ESDM bersama PLN, yakni dengan menghadirkan PLTS Individu Supersun PLN di fasilitas umum pada Kecamatan Seko, harapan baru hadir bagi dunia pendidikan di kawasan terpencil tersebut,” kata Edyansyah.
Edyansyah menambahkan SuperSUN adalah wujud dari teknologi terbarukan, karya anak bangsa, yang menghadirkan listrik bersih dan andal di tempat-tempat yang selama ini sulit dijangkau. Pemerintah bersama PLN tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak.
“Listrik bukan sekadar cahaya. Ia adalah jembatan menuju masa depan dan bisa menunjang dunia pendidikan. SuperSUN menjadi simbol bahwa pembangunan tidak boleh berhenti hanya di kota-kota besar. Ia juga menekankan bahwa listrik telah mendorong aktivitas ekonomi baru dan mendukung aktivitas pendidikan,” tambahnya.
SuperSUN merupakan inovasi berbasis PLTS _rooftop_ yang dipadukan dengan Battery Energy Storage System (BESS) serta _smart meter_ berkapasitas 900 VA. Hingga Agustus 2025, sebanyak 1.410 unit SuperSUN telah terpasang dan membangkitkan ekonomi masyarakat di daerah 3T dalam wilayah kerja PLN UID Sulselrabar. Selain itu untuk turut mendukung program Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran, PLN turut hadir dengan memastikan 358 sekolah dapat dialiri listrik.
“Dengan penyalaan listrik Supersun ini, masyarakat dan anak-anak di sekolah kini bisa menikmati listrik, menggunakan perangkat digital, dan merasakan manfaat teknologi seperti sekolah-sekolah lain di perkotaan,” ujarnya.
Bukan sekadar menyalakan lampu, kehadiran listrik ini menjadi suluh bagi pendidikan, membuka peluang baru bagi puluhan pelajar yang selama ini belajar dalam keterbatasan.
Terobosan ini menjadi bagian dari program Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang diinisiasi oleh pemerintah sekaligus menjadi bukti nyata komitmen PLN untuk mendukung peningkatan ekonomi dan kualitas pendidikan yang terang dan setara untuk seluruh anak bangsa.
















