Kisah Ratna Nilasari dan Bandeng Sultan yang Mendunia Berkat Gadepreneur

#MengEMASkanIndonesia bersama Pegadaian

Ibu- ibu Tetangga sedang mengolah Ikan Bandeng Sultan
Ibu- ibu Tetangga sedang mengolah Ikan Bandeng Sultan
banner 120x600
banner 468x60

Makassar,29 September 2025,redaksimedia.com-Pagi itu cuaca masih terasa dingin,tanah juga masih terlihat basah,hujan gerimis semalam menguyur daerah sudiang Makassar hingga jelang subuh.

Perlahan Mentari pagi mulai memancarkan sinarnya,Masyarakat mulai terlihat beraktifitas masing-masing, begitu juga anak-anak menuju sekolah.

banner 325x300

Ratna Nilasari dan suaminya setiap pagi setelah shalat subuh berangkat dari rumahnya di kelurahan Pai kecamatan biringkanaya sudiang makassar menuju dua lokasi tempat pelelangan ikan yakni TPI jalan rajawali dan TPI Paotere . Jarak yang harus di tempuh Ratna nilasari dan suaminya pulang pergi sejauh 20 kilometer.

Ratna Nilasari dan suaminya mulai merintis ikan bandeng sultan sejak 2019 lalu.Usahanya bermula dari rumah sederhana miliknya yang berlokasi di sudiang makassar.

Ratna Nilasari menceritakan awal mulanya merintis usaha ikan bandeng sultan dengan modal lima ratus ribu rupiah,yang di pinjam dari orang tuanya.

Setiap hari Ratna Nilasari dan suami mencari ikan bandeng segar di tempat pelelangan ikan.Dengan modal 500 ribu Ratna membeli 100 ekor ikan bandeng segar untuk di olah.

Setelah ikan di dapat, Ratna dan suaminya membersihkan dan mencabut tulang ikan bandeng secara manual sejak siang hingga jelang magrib.

Proses pembersihan dan pencabutan tulang ikan bandeng di lakukan setiap hari selama tiga bulan ke depan,dan di pasarkan secara door to door ke warga masyarakat pada malam hari,mengingat Kalla itu Ratna dan suaminya belum memiliki freezer pendingin untuk menyimpan ikan.

Ratna Menjual Ikan Bandeng Sultan dengan harga bervariasi antara 15 ribu rupiah hingga 35 ribu rupiah tergantung besar kecilnya ikan.

” Saya dan suami merintis usaha dengan modal Rp.500 ribu,dan di kerjakan secara manual berdua.”ujar Ratna.”

Dua Tahun merintis usaha ikan bandeng tanpa tulang,suami dari Ratna Nilasari berpulang ke Rahmatullah pada  tahun 2023 karena sakit yang di deritanya.Almarhum suaminya meninggalkan Ratna Nilasari dengan 4 anaknya.

Kondisi ini membuat ibu dari empat anak ini merasa kehilangan teman kerja sekaligus suaminya yang merintis usaha ikan bandeng sultan tanpa tulang.

“Ketika Suamiku berpulang ke sang ilahi,saya merasa terpukul dan kehilangan,sehingga usaha ikan bandeng sultan berhenti di produksi.”ujar ratna.”

GADEPRENEUR Semangat Baru Ratna Nilasari#MengEMASkanIndonesia bersama Pegadaian

Seiring waktu berjalan ,Usaha Ikan Bandeng Sultan mendapat Pendampingan dari Pegadaian Kanwil VI Makassar melalui program Grade Preneur.Program ini menjadi titik awal kembali semangat Ratna nilasari untuk mengembangkan usahanya.

GadePreneur adalah program pelatihan bisnis dan pembinaan berkurikulum dari PT Pegadaian bersama mentor yang berpengalaman. GadePreneur menjadi wadah untuk mendorong kemandirian dan pengembangan UMKM di Indonesia.

Pegadaian telah membuka pendaftaran GadePreneur 2025 pada 15 Maret 2025 lalu secara online melalui website gadepreneur.com.

Andi Vivin Budi Permana
Kepala Departemen Business Support PT Pegadaian Kanwil VI Makassar Mengatakan Melalui Pegadaian GadePrenur#MengEMASkan Indonesia bersama Pegadaian,
UMKM dari berbagai bidang usaha berkesempatan bergabung dalam program pengembangan bisnis. Tahun ini, program diperluas mellaui gelaran Road to GadePreneur di 10 kota tambahan untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha.
Merespons antusiasme tinggi dari para peserta dan alumni, GadePreneur 2025 hadir memberi lebih banyak manfaat dan peluang bagi perkembangan UMKM, dengan tetap 100 persen gratis dan terbuka bagi seluruh pelaku usaha, baik nasabah Pegadaian maupun non-nasabah.

Melalui GadePreneur, Pegadaian ingin memberikan lebih dari sekadar modal, tetapi juga ekosistem yang mendukung pengembangan bisnis secara berkelanjutan. Tahun ini, kami memperluas jangkauan program agar lebih banyak UMKM yang bisa berkembang dan berkontribusi dalam Ekosistem Merah Putih Pegadaian.

Nantinya, peserta terpilih akan mendapatkan benefit berupa mentoring dan review produk melalui sesi pendampingan intensif secara offline di 12 wilayah oleh para pakar industri. Selain itu, peserta terpilih juga berhak mengikuti program Young Entrepreneur Academy (YEA) Virtual, yakni pelatihan digital untuk membangun bisnis yang lebih kuat.

Tidak hanya program edukasi dan pembinaan, peserta terpilih juga akan didampingi dalam pengurusan legalitas usaha, mulai dari P-IRT, NIB, NPWP, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar bisnis semakin profesional.

Yang tidak kalah menarik, 24 peserta terbaik akan mendapatkan pendampingan re-branding eksklusif, di mana peserta berhak mengikuti sesi branding dan strategi pemasaran guna meningkatkan daya saing.

UMKM dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membawa bisnis ke level berikutnya melalui bimbingan langsung dari para ahli dan ekosistem bisnis Pegadaian. Acara ini diselenggarakan oleh Pegadaian (@pegadaian_id) dan didukung oleh Young Entrepreneur Academy (@yea.id) sebagai bagian dari komitmen untuk menciptakan ekosistem wirausaha yang berkelanjutan dan inklusif.

Dengan tekad dan semangat Ratna Nilasari melanjutkan usaha ikan bandeng sultan tersebut.

Sesuai namanya Produk Ikan Bandeng Sultan,Ratna berharap produknya bisa menjadi salah satu brand yang mewakili Sulawesi go global. Produk lokal berdaya saing global.

Dengan Berbagai Pelatihan dari mentor-mentor profesional dan standar internasional,serta tata cara packing produk yang baik membuat usaha Ikan Bandeng sultan tanpa tulang perlahan mulai menunjukan hasil yang mengembirakan.Ini terlihat dari permintaan pelanggan di Makassar dan luar Sulawesi Selatan yang cukup meningkat. Jika sebelumnya Ratna Nilasari memproduksi 100 ekor perhari,kini bisa memproduksi 300 hingga 1.000 ekor perhari. Kehadiran Produk Ikan Bandeng Sultan sangat membantu perekonomian ibu-ibu sebagai pekerja di Sudiang kelurahan Pai Kecamatan Biringkanaya Makassar. Ibu-ibu pekerja yang juga tetangga dari Ratna Nilasari memiliki peran dalam proses pembersihan,pencabutan tulang,menggoreng ikan,hingga proses packing dan kemasan produk Ikan Bandeng Sultan.

Owner Ikan Bandeng Sultan Ratna Nilasari & Produk UMKM
Owner Ikan Bandeng Sultan Ratna Nilasari & Produk UMKM

Ikan bandeng sultan memiliki 6 Varian Rasa,yaitu Varian
Bandeng Presto,Bandeng tanpa tulang,varian Original, Varian Rempah, Varian Crispy, dan Varian Parappe.
Harga Ikan Bandeng Sultan tanpa tulang bervariasi dan terjangkau.

Andi Vivin Budi Permana
Menambahkan Pendampingan dari Kanwil Pegadaian Wilayah VI bagi Ratna Nilasari sejak tahun 2022,dengan memberikan bantuan berupa alat produksi untuk usaha bandeng sultan.
Selain Itu Pegadaian memberikan pelatihan terkait standar internasional ( ISO,HACCP,sertifikasi halal internasional) dan menyediakan mentor dari kalangan profesional untuk eksport.

“Sejak Tahun 2022,Kami dari Kanwil VI Pegadaian Memberikan Suport Berupa Bantuan Alat Produksi,Mentor-mentor yang profesional untuk produk kemasan,serta Sertifikasi Halal kepada UMKM Ikan Bandeng Sultan.”Ujar Vivin.”

Ratna Nilasari merasakan dampak dari program Gade Preneur,dengan memiliki sertifikat halal,hasil olahan produk-produk ikan bandeng sultan kini bersertifikasi halal dan dapat ekpansi memenuhi permintaan pasar dari pulau Jawa dan Papua.Kini setiap bulan Ratna Nilasari bisa memproduksi sebanyak 2.000 ekor ikan bandeng sultan tanpa tulang.Dari 2.000 ekor ikan bandeng sultan yang di produksi sebanyak 30 persen memenuhi permintaan pasar di pulau Jawa dan Papua.

 

Dr. Andi Nur Bau Massepe, Pengamat Ekonomi dan Dosen UNHAS
Dr. Andi Nur Bau Massepe, Pengamat Ekonomi dan Dosen UNHAS

 

Dosen Ilmu Ekonomi Dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar Dan Juga Pengamat Ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah Dr.Andi Bau Massepe Mengatakan apa yang dilakukan oleh pegadian patut di tiru bagi BUMN lainya.Menurutnya,Pegadaian sangat peduli terhadap UMKM dengan memberikan pelatihan-pelatihan bisnis.
Selain butuh modal,UMKM juga butuh ilmu bisnis yang bisa mengembankan usahanya, biasanya pelatihan-pelatihan bisnis itu mahal dan tidak mudah.
Pelatihan-pelatihan bisnis harus rutin di laksanakan kepada UMKM di makassaar agar owner-owner dapat mengetahui perkembangan usahanya.

” Pelatihan-pelatihan bisnis itu sangat mahal,apa yang di laksanakan PT.Pegadaian Wilayah VI Makassar dengan memberikan pendampingan berupa pelatihan kepada UMKM sangat membantu UMKM untuk kembangkan usahanya.”Ujar Andi Bau Massepe.”

Andi Nur Bau Massepe meminta Pemerintah,Koperasi, dan masyarakat harus memiliki kepedulian kepada Usaha Mikro Kecil Menengah dengan cara beli produk mereka.
Jika Pemerintah mengadakan acara, harusnya pesan Kue dos ke UMKM,jangan di toko-toko yang besar saja.

Untuk saat itu kita tidak perlu terlalu berharap banyak kepada UMKM. Mereka bertahan hidup saja sudah cukup.

Produk Ikan Bandeng Sultan tanpa tulang dengan berbagai varian rasa dan kemasan kini tersedia di outlet-outlet Frozen rumah makan di Makassar.Selain itu juga produk-produk UMKM Ikan Bandeng Sultan Tanpa tulang menjadi ciri khas oleh-oleh wisatawan yang berkunjung di Makassar.

Produk Ikan Bandeng Sultan tanpa tulang yang di rintis Ratna Nilasari sejak tahun 2019 lalu,kini berkembang pesat dan siap go global ke Amerika berkat peran dari Kanwil VI Pegadaian Makassar melalui MOU dengan salah satu perusahaan di Amerika.
Ratna Mengakui rata-rata omset bisa mencapai 75 hingga 100 juta rupiah perbulan melalui GadePreneur Pegadaian.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *