Ikbal Ismail Puji Kepedulian Pemkab Maros pada Jemaah Haji

banner 120x600
banner 468x60

MAKASSAR,11 Juni 2026,redaksimedia.com— Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Makassar, H. Ikbal Ismail, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Maros terhadap warganya yang baru kembali dari Tanah Suci.

Apresiasi tersebut disampaikan saat prosesi serah terima jemaah haji Kloter 14 Debarkasi Makassar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis 11 Juni 2026.

banner 325x300

Menurut Ikbal, sapaan akrabnya, perhatian yang ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Maros merupakan bentuk pelayanan dan penghormatan kepada jemaah haji yang telah menunaikan rukun Islam kelima.

“Ini pertama terjadi, jemaah haji dijemput langsung oleh bupati dan wakil bupati sekaligus. Bahkan dijemput sampai di bandara,” ucapnya.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan ini juga menilai kehadiran langsung Bupati dan Wakil Bupati Maros dalam menyambut kepulangan jemaah menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakatnya, mulai dari proses pemberangkatan hingga kembali ke tanah air.

“Ini menunjukkan kecintaan dan kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakatnya yang telah menunaikan rukun Islam kelima,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ikbal juga mengajak seluruh jemaah untuk menjaga dan mempertahankan kemabruran haji yang telah diraih selama berada di Tanah Suci.

Kemabruran haji, sebut Ikbal, tidak hanya tercermin saat melaksanakan rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah, tetapi juga melalui perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tengah masyarakat.

Menukil pesan Rasulullah SAW, Ikbal menyampaikan bahwa terdapat tiga tanda utama haji mabrur.

Pertama, I’thaamuth Tha’aam, yaitu gemar memberi makan, berbagi rezeki, berderma, serta peduli kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan.

Kedua, Thayyibul Kalaam, yakni membiasakan perkataan yang baik dan santun serta menjaga lisan dari ucapan kasar, dusta, ghibah, maupun perkataan yang dapat menyakiti orang lain.
Ketiga, Ifsyaa’us Salaam, yaitu menebarkan salam, kedamaian, rasa aman, serta menghindari konflik dan permusuhan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketiga nilai tersebut, jelas Ikbal, merupakan implementasi nyata dari kemabruran haji yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Haji mabrur, lanjutnya, ditandai dengan semakin dekatnya seseorang kepada Allah SWT, sekaligus semakin baik akhlak dan manfaatnya bagi sesama.

“Semoga seluruh jemaah dapat menjaga kemabruran hajinya dan menjadi teladan di tengah masyarakat melalui akhlak yang baik, kepedulian sosial, serta semangat menebarkan kedamaian,” pungkasnya. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *