Berita  

PJM dan TNI AL Perkuat Sinergi, Delapan Perwira TNI AL Ikuti Pendidikan Pandu Tingkat II

banner 120x600
banner 468x60

Makassar, 12 Agustus 2026,redaksimedia.com- PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memperkuat sinergi dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepanduan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Pandu Tingkat II Angkatan V Tahun 2026 bagi Perwira TNI AL.

Upacara Pembukaan dan Seremonial Pelepasan Diklat Pembentukan Pandu Tingkat II Angkatan V Tahun 2026 berlangsung di Pendulum Nusantara Hall PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI) Bogor, Senin (10/8).

banner 325x300

Hadir dalam kesempatan tersebut Laksda TNI Yudi Cahyadi, S.T., CHRMP., CFrA selaku Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Laut (Aspers Kasal), Dr. Muhammad Anto Julianto, S.E., M.Si. selaku Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Komisaris Utama PJM Hermanto, Direktur Utama PJM Arief Hermawan, serta Direktur Operasi dan Teknik PJM Warsilan.

Rangkaian acara diawali dengan Upacara Pembukaan Diklat Pembentukan Pandu Tingkat II dan dilanjutkan dengan Seremonial Pelepasan Perwira TNI AL untuk mengikuti program pendidikan tersebut. Acara ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara TNI AL dan PT Pelindo Jasa Maritim sebagai bagian dari penguatan kolaborasi antar institusi dalam pengembangan kompetensi dan dukungan terhadap pelayanan kepelabuhanan.

Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim Arief Hermawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan Diklat Pandu Tingkat II adalah langkah strategis dalam membangun kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat sinergi antara PJM dan TNI AL.

Program Pendidikan Pandu Tingkat II bagi Perwira TNI Angkatan Laut merupakan bentuk nyata sinergi antara Pelindo dan TNI AL dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan memiliki integritas. Kami berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dengan sungguh-sungguh sehingga nantinya mampu memberikan kontribusi terhadap pelayanan pemanduan kapal yang semakin aman, andal, dan berkualitas,” ujar Arief.

Arief menambahkan bahwa penguatan kompetensi pandu memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan, kelancaran, dan keandalan pelayanan kapal di wilayah operasional PJM.

“Bagi PJM, kerja sama ini bukan hanya tentang peningkatan kompetensi personel, tetapi merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas pelayanan maritim. Kami berharap sinergi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi peningkatan pelayanan kepelabuhanan, khususnya di kawasan Indonesia Timur,” tambahnya.

Sebanyak delapan Perwira TNI AL dinyatakan lulus seleksi untuk mengikuti Diklat Pembentukan Pandu Tingkat II Angkatan V Tahun 2026. Program ini memiliki arti strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan pemanduan kapal di kawasan Indonesia Timur, kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan pelayanan pemanduan, khususnya di Jayapura, Merauke, Manokwari, Biak, Sorong, Tual, Fakfak, dan Timika.

Pelaksanaan Diklat Pandu Tingkat II diselenggarakan oleh PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), yang telah memperoleh persetujuan untuk menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan Pandu Tingkat II. Program pendidikan tersebut mengacu pada pedoman penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia pemanduan kapal yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Melalui sinergi antara TNI AL, PJM, dan Kementerian Perhubungan, kami berkomitmen untuk terus mendukung penguatan kompetensi sumber daya manusia di bidang pemanduan kapal. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan personel pandu yang kompeten sekaligus mendukung peningkatan keselamatan, keandalan, dan kualitas pelayanan kapal di wilayah operasional PJM.

Komitmen tersebut sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong penguatan konsistensi layanan dan keandalan operasional guna menjaga kelancaran arus logistik nasional. Dalam konteks tersebut, pengembangan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan maritim yang profesional, andal, dan berkelanjutan. Sinergi lintas institusi melalui program pendidikan pandu ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pelayanan pemanduan kapal sekaligus memperkuat kontribusi PJM dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi maritim nasional.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *