40 Tahun Universitas Bosowa: Merawat Jejak Perjalanan, Meneguhkan Langkah Menuju Masa Depan

banner 120x600
banner 468x60

Makassar 6 Oktober 2026,redaksimedia.com— Empat dekade bukan sekadar angka. Ia adalah jejak panjang tentang bagaimana sebuah institusi tumbuh, menghadapi perubahan, menjaga komitmen, dan terus mencari cara untuk memberikan arti bagi pendidikan dan masyarakat.

Memasuki usia ke-40, Universitas Bosowa kembali menandai perjalanan tersebut melalui Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-40 Universitas Bosowa Tahun 2026, yang digelar pada Selasa, 6 Oktober 2026, di Gedung Balai Sidang “45” Universitas Bosowa. Perhelatan ini juga dapat disaksikan secara hybrid melalui live streaming YouTube Universitas Bosowa, membuka ruang bagi sivitas akademika, alumni, mitra, dan masyarakat untuk turut menjadi bagian dari momentum empat dekade perjalanan Unibos.

banner 325x300

Rapat Senat menjadi ruang refleksi sekaligus perayaan atas perjalanan Universitas Bosowa sebagai institusi pendidikan yang terus bertumbuh. Bukan hanya mengenang apa yang telah dicapai, tetapi juga membaca kembali tantangan yang ada dan meneguhkan arah langkah menuju masa depan.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan Rapat Senat oleh Ketua Senat Universitas Bosowa, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Dr. Khumaidi Ali, SQ., MTHI. Momentum kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., serta sambutan Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Aksa Mahmud, Asrul Hidayat.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Bosowa menegaskan bahwa usia 40 tahun merupakan perjalanan yang panjang dan tidak lahir dari proses yang singkat.

“Usia 40 tahun bukanlah waktu yang singkat. Angka ini menandai sebuah perjalanan panjang penuh dedikasi, kerja keras, dan prestasi. Dari tahun ke tahun, kampus kita terus tumbuh menjadi pusat ilmu pengetahuan, inovasi, dan pencetak generasi muda yang siap membangun bangsa dan negara.”

Perjalanan tersebut, lanjutnya, merupakan hasil dari kerja bersama yang melibatkan seluruh elemen universitas. “Semua pencapaian ini tentu tidak lepas dari kerja sama yang baik dari seluruh civitas akademika serta dukungan para alumni dan mitra kerja kita.” Atas perjalanan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mengambil bagian dalam perkembangan Universitas Bosowa.

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memajukan Universitas Bosowa.” Empat puluh tahun perjalanan Unibos pun tidak hanya dimaknai sebagai perayaan institusi, tetapi sebagai momentum untuk melihat bagaimana pendidikan harus terus bergerak mengikuti kebutuhan zaman.

Hal tersebut sejalan dengan pesan Ketua BPH Yayasan Aksa Mahmud, Asrul Hidayat, yang menegaskan bahwa transformasi akan terus menjadi bagian dari perjalanan Bosowa Education ke depan.

“Bosowa Education ke depannya terus bertransformasi dalam rangka memajukan SDM, terkhusus bidang pendidikan.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perjalanan empat dekade bukanlah garis akhir. Justru, usia 40 tahun menjadi titik untuk memperkuat transformasi dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Memasuki bagian utama agenda, Rapat Senat Dies Natalis ke-40 menghadirkan dua orasi ilmiah yang membawa isu berbeda namun memiliki satu benang merah: keberlanjutan kehidupan dan masa depan manusia.

Orasi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Yulia A. Hasan, S.H., M.H., Dekan Fakultas Hukum Universitas Bosowa, yang mengangkat tema “Perlindungan Lingkungan Wisata Pesisir dari Sampah Plastik.”

Dalam orasinya, isu perlindungan pesisir ditempatkan bukan semata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai persoalan hukum dan tata kelola yang membutuhkan tindakan nyata.

Salah satu gagasan yang ditekankan adalah bahwa hak atas lingkungan yang sehat membutuhkan pelayanan dan penegakan hukum yang nyata. Pengelolaan kawasan pesisir juga perlu terus dinilai dan diperbaiki agar aktivitas wisata tetap memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.

Tema tersebut menjadi relevan bagi Unibos yang tumbuh di kawasan Indonesia Timur, wilayah yang memiliki kekayaan pesisir dan laut sekaligus menghadapi tantangan pengelolaan lingkungan yang semakin kompleks.

Orasi kedua menghadirkan dr. Irma Rahayu, M.Biomed., Sp.P., Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Bosowa, dengan tema “Menjaga Napas, Menguatkan Indonesia: Transformasi Kesehatan Paru untuk Masa Depan Bangsa.”

Melalui tema tersebut, kesehatan paru ditempatkan sebagai bagian penting dari pembangunan kualitas manusia. Napas bukan hanya persoalan kesehatan individu, tetapi berkaitan dengan produktivitas, kualitas hidup, dan kemampuan masyarakat untuk tumbuh serta berkontribusi bagi bangsa.

Kehadiran dua perspektif tersebut memperlihatkan bagaimana ruang akademik Universitas Bosowa terus berkembang untuk membaca persoalan dari berbagai bidang keilmuan. Lingkungan, hukum, kesehatan, sumber daya manusia, dan pendidikan tidak berdiri sendiri, melainkan saling berhubungan dalam membentuk kualitas kehidupan masyarakat.

Selain refleksi akademik, Dies Natalis ke-40 juga menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pengabdiannya bagi Universitas Bosowa melalui penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan purnabakti.

Penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa perjalanan sebuah universitas tidak pernah dibangun oleh satu generasi saja. Di balik institusi yang terus berkembang, selalu ada orang-orang yang pernah hadir, bekerja, mengabdi, dan meninggalkan jejak yang menjadi bagian dari sejarah universitas. Karena itu, perayaan empat dekade Unibos juga menjadi ruang untuk menghormati perjalanan manusia di balik perjalanan institusi.

Rapat Senat Dies Natalis ke-40 kemudian ditutup oleh Ketua Senat Universitas Bosowa. Momentum tersebut turut dihadiri jajaran Yayasan Aksa Mahmud, di antaranya Ketua BPH Asrul Hidayat, Sekretaris Yayasan Baharuddin Rahim, Head of HR & GA Darmawan Dahlan, Head of Finance & Accounting Asriani, Head of Marketing & Communication Andi Erwin Nuryadin, Ketua BPH Politeknik Bosowa H. Muslim Salam, serta Kepala/Koordinator Bosowa Peduli Hafit Timor.

Dari jajaran Universitas Bosowa hadir Rektor Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., Wakil Rektor I Dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si., Wakil Rektor II Dr. Muh. Kafrawi Yunus, S.E., M.M., Wakil Rektor III Prof. Dr. Ir. H. Nasrullah, S.T., M.T., IAI, Sekretaris Universitas Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., beserta jajaran direktorat dan sivitas akademika Universitas Bosowa.

Empat puluh tahun telah membawa Universitas Bosowa melewati banyak fase. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, kampus ini terus bertumbuh bersama perubahan zaman, memperluas kontribusi, membangun jejaring, dan memperkuat perannya dalam pendidikan. Kini, usia 40 tahun bukan tentang berhenti untuk melihat seberapa jauh langkah telah ditempuh.

Ia adalah tentang menoleh sejenak untuk menghargai jejak, lalu kembali menatap cakrawala yang lebih jauh. Sebab perjalanan sebuah universitas tidak pernah benar-benar selesai ketika satu usia tercapai. Justru di setiap perayaan, selalu ada pertanyaan baru yang menunggu dijawab: sejauh apa ilmu akan memberi dampak, sejauh apa pendidikan akan mengubah kehidupan, dan sejauh apa Unibos berani melangkah menuju masa depan?

Empat puluh tahun telah menjadi sejarah. Masa depan adalah halaman berikutnya. Dan Universitas Bosowa siap menuliskannya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *