Makassar 1 Oktober 2025,redaksimedia.com-Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan resmi membuka rangkaian Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) 2025, Rabu (1/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama sebulan penuh ini mengusung tema “Memperkuat Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Selatan yang Kolaboratif, Inovatif, dan Inklusif.”
Pembukaan BEKS 2025 dipimpin Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki E. Wimanda, bersama Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hassan, dan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.
Dalam sambutannya, Rizki menegaskan, BEKS menjadi komitmen bersama, untuk menjadikan Sulsel sebagai lokomotif pembangunan ekonomi dan keuangan syariah, di Kawasan Timur Indonesia.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menekankan pentingnya edukasi eksyar, agar tercipta kepercayaan nasional dan internasional, sementara Kepala BPJPH mengajak seluruh pemangku kebijakan memperbaiki regulasi, memperkuat kolaborasi, menggalakkan sosialisasi, serta mempercepat digitalisasi ekosistem halal.
Sebelumnya, BI Sulsel telah menggelar High Level Meeting pada 15 September 2025, yang melibatkan OJK, LPS, Kemenag, BWI, BAZNAS, perbankan, universitas, pesantren, hingga asosiasi penggiat syariah.
Program penguatan ekosistem syariah dalam BEKS 2025 meliputi pendampingan sertifikasi halal, penambahan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat), peningkatan literasi keuangan syariah, akses pembiayaan UMKM, capacity building pesantren, inovasi keuangan syariah melalui wakaf tunai, hingga inklusivitas lewat keterlibatan 16 pesantren anggota Hebitren.
Pada kesempatan ini, BI Sulsel juga menyerahkan 1.100 sertifikat halal kepada UMKM, 4 sertifikat halal kepada RPH, serta penghargaan kepada pelaku usaha syariah berprestasi.
Selain itu, dua talkshow turut digelar, menghadirkan Kepala BSI Institute, Dr. Luqyan Tamanni, dan Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Dr. Sutan Emir Hidayat.
Keduanya membahas strategi memperkuat ekosistem eksyar secara berkelanjutan. BI Sulsel juga meresmikan Kantin Samboritta menjadi Zona KHAS, sebagai contoh penerapan kuliner halal di lingkungan instansi.
Sepanjang 2025, BI Sulsel aktif mendorong pengembangan eksyar melalui berbagai program, seperti Pekan Ekonomi Syariah, pelatihan literasi ekonomi syariah untuk jurnalis, pendirian Zona KHAS di Sekolah Athirah, serta fasilitasi sertifikasi halal rumah potong hewan rakyat.
Berbagai prestasi juga diraih di tingkat nasional, termasuk Juara 1 Konten Kreatif Ekonomi Syariah pada FESyar KTI 2025.
BI Sulsel berharap, BEKS menjadi agenda berkelanjutan yang dapat direplikasi untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif, berkeadilan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
















