SMP Islam Athirah Baruga Gelar Fieldtrip Public Speaking, Cetak Generasi Komunikatif dan Qur’ani

banner 120x600
banner 468x60

Makassar,11 November 2025,redaksimedia.com – Sebanyak 98 siswa SMP Islam Athirah Bukit Baruga baru saja menuntaskan program Fieldtrip Public Speaking 2025 bertema “Berani Bicara, Siap Menginspirasi.” Kegiatan yang berlangsung selama enam hari ini menjadi ajang pembelajaran komunikasi, kepemimpinan, dan pembentukan karakter Qur’ani di Jakarta dan Bandung.

Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga, Mas Aman Uppi, menekankan pentingnya kemampuan berbicara di depan publik sebagai bekal utama generasi muda.

banner 325x300

“Public speaking bukan sekadar berbicara, tetapi tentang bagaimana kita menyampaikan gagasan dengan percaya diri, santun, dan berdampak positif,” jelasnya.

Di Jakarta, para siswa mengikuti pelatihan di ESQ Public Speaking Centre untuk memperdalam keterampilan berbicara dengan empati, kepercayaan diri, dan makna. Mereka belajar bahwa komunikasi yang baik bukan hanya tentang kata, tetapi tentang membangun hubungan yang menginspirasi dan berpengaruh.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Bandung, di mana peserta mengunjungi Pusat Iptek Sabuga ITB, Pusat Bahasa ITB, Museum Geologi, dan Saung Angklung Udjo. Di tempat-tempat tersebut, mereka menyaksikan langsung bagaimana sains, bahasa, dan budaya menjadi bagian dari komunikasi lintas disiplin dan nilai.

Selain pembelajaran akademik, siswa juga mengikuti Leadership Outbound yang dirancang untuk menumbuhkan kerja sama, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan. Melalui berbagai simulasi kepemimpinan, mereka belajar memimpin dengan kesadaran diri dan kepekaan sosial.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Gedung DPR RI, Istana Wakil Presiden RI, IPSA Podomoro University, dan Wisata Edukasi Kota Tua. Dari tempat-tempat ini, siswa memahami bahwa komunikasi publik adalah sarana membangun bangsa, bukan sekadar kemampuan tampil di depan umum.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Musdalifah, yang turut mendampingi kegiatan ini, menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang berakar pada nilai-nilai Islam.

“Kami ingin anak-anak Athirah tidak hanya fasih berbicara, tetapi juga mampu menebar kebaikan lewat tutur kata dan tindakan. Itulah hakikat komunikasi dalam perspektif Qur’ani,” ujarnya.

Dari pengalaman enam hari tersebut, para siswa belajar bahwa berbicara bukan sekadar kemampuan, tetapi tanggung jawab moral untuk menyampaikan pesan kebenaran dengan hati yang bersih.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *