Gowa,18 Desember 2025,redaksimedia.com – Ratusan asatidzah dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Daurah Asatidzah Malino 2025 yang digelar di Pesantren Qolbun Salim, Bulutana, Malino, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Asatidzah Ahlusunnah Sulselbar, Pesantren Qolbun Salim dan I-Salam, berlangsung selama lima hari mulai 15 hingga 19 Desember 2025.
Panitia pelaksana, Mhd Budiawanshah mengatakan Sedikitnya 300 asatidzah tercatat sebagai peserta terdaftar dalam kegiatan ini.
“Alhamdulillah, antusiasme para asatidzah sangat baik. Peserta datang tidak hanya dari Sulawesi Selatan, tetapi juga dari berbagai daerah luar Sulawesi,” ujar Budiawansyah.
Selain diikuti asatidzah asal Sulawesi Selatan, daurah ini juga dihadiri peserta dari berbagai wilayah seperti Lampung, Jawa, Papua, Kendari, Bau-Bau, dan sejumlah daerah lainnya. Kehadiran peserta lintas wilayah ini mencerminkan semangat para asatidzah untuk terus menuntut ilmu dan meningkatkan kualitas dakwah.
Dalam daurah ini, peserta mendapatkan pembahasan sejumlah kitab rujukan penting, di antaranyaAl-Washiyyatush Shugra, Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah, Muqaddimah Ibnu Abi Zaid, Kitab Az-Zuhud dari Shahih Muslim.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Yaman, yakni Syekh Yasin Adh-Dhali’iy, Pengasuh Darul Hadits Dhali’, Yaman dan Syekh Anis Al-Muhandis, Pengasuh Darul Hadits Fiyusy, Yaman.
Selain itu, turut hadir dan membersamai kegiatan ini sejumlah asatidzah senior dari Makassar, di antaranya Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi, Ustadz Khidir M. Sunusi, dan Ustadz Ibnu Yunus.
Ketua Panitia Daurah Asatidzah Malino 2025, Ustadz Abu Imron Ady, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pesantren Qolbun Salim atas kontribusi besar yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan ini.
“Kami mengucapkan jazakumullahu khairan kepada Pesantren Qolbun Salim yang telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam terselenggaranya daurah ini, baik dalam hal penyediaan fasilitas, konsumsi, maupun dukungan sumber daya manusia. Dukungan ini sangat membantu kelancaran dan kenyamanan para peserta selama kegiatan berlangsung,” ujar Ustadz Abu Imron Ady.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk para pemateri, panitia, relawan, donatur, serta semua pihak yang turut mendukung dan menyukseskan kegiatan ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Daurah Asatidzah Malino 2025 bertujuan menjadi wadah ta’awun ilmiah bagi para asatidzah untuk menguatkan pemahaman terhadap kitab-kitab rujukan, memperdalam landasan aqidah dan manhaj, serta menyegarkan kembali semangat menuntut ilmu dalam suasana ukhuwah dan kebersamaan. Kegiatan ini juga diharapkan mempererat hubungan antara asatidzah lintas daerah serta melahirkan sinergi dakwah yang lebih kuat ke depan.
Dengan suasana Malino yang sejuk dan lingkungan pesantren yang kondusif, daurah ini menjadi momentum bagi para peserta untuk fokus belajar, berdiskusi, dan mengambil faedah ilmiah secara optimal.














