Makassar,6 Januari 2026,redaksimedia.com-Universitas Bosowa menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi berorientasi global melalui pelepasan mahasiswa magang ke Taiwan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 5 Januari 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman profesional lintas negara sejak masih menempuh pendidikan.
Program magang internasional tersebut akan berlangsung selama dua semester, yakni Februari hingga Desember 2025, mencakup semester enam dan tujuh, dengan melibatkan sekitar 20 mahasiswa yang diberangkatkan secara bertahap. Skema ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja internasional, tetapi juga mampu mengintegrasikan praktik industri global dengan capaian pembelajaran akademik di Universitas Bosowa.
Kepala International Office Universitas Bosowa, Dr. Muliati, S.Pd., M.Hum., M.Ed., dalam pembukaan kegiatan menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen institusi dalam menyiapkan lulusan berdaya saing internasional. “Magang ke luar negeri bukan hanya soal bekerja, tetapi tentang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika global. Universitas Bosowa berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lingkungan internasional,” ujarnya.
Ketua Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Bosowa turut menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa sebelum keberangkatan. “Silakan melakukan persiapan sebaik mungkin dan manfaatkan kesempatan ini secara optimal. Tetap jaga sikap, nikmati proses belajar di sana, dan pastikan tidak tertinggal pembelajaran di kampus karena semester enam merupakan fase akademik yang sangat krusial,” pesannya, seraya mendorong mahasiswa untuk saling berbagi informasi akademik selama menjalani magang.
Pesan penguatan juga disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Bosowa, Prof. Dr. Asdar, S.Pd., M.Pd. Ia menilai pengalaman magang internasional sebagai modal strategis bagi masa depan mahasiswa. “Pengalaman bekerja di luar negeri akan menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi karier. Selain beradaptasi dengan budaya setempat, mahasiswa juga harus tetap membawa dan menjaga identitas serta budaya Indonesia,” tuturnya.
Pembekalan teknis disampaikan oleh Suryan yang berada di Taiwan, dengan menjelaskan kondisi kerja, budaya profesional, hingga aspek kesejahteraan peserta magang. “Mahasiswa perlu menyiapkan pakaian tebal karena sedang musim dingin. Jam kerja delapan jam per hari selama enam hari, dengan ketentuan gaji dan asuransi kesehatan yang telah diatur sesuai regulasi,” jelasnya. Sesi ini dilengkapi dengan diskusi interaktif sebagai bentuk kesiapan dan transparansi pelaksanaan program.
Melalui program magang internasional ini, Universitas Bosowa semakin mengukuhkan posisinya sebagai kampus yang aktif membangun jejaring global dan konsisten menyiapkan lulusan unggul, adaptif, serta kompetitif di tingkat internasional. Program ini sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Bosowa dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global.














