Makassar,17 April 2026,redaksimedia.com-Dinamika sektor properti yang kian kompleks mendorong Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Bosowa menghadirkan ruang diskusi akademik melalui kuliah umum bertema “Real Estate: Tantangan Sekaligus Peluang bagi Perencana Wilayah dan Kota”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026 di Aula Teknik Lantai 5 Gedung 2 Universitas Bosowa dan diikuti oleh mahasiswa serta sivitas akademika.
Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Umar Mansyur, yang merupakan akademisi sekaligus praktisi di bidang perencanaan wilayah dan kota, serta menjabat sebagai Wakil Ketua I ASPI Nasional dan dosen Universitas Pakuan. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa sektor real estate tidak dapat dipandang semata sebagai pembangunan fisik, melainkan sebagai sistem yang terintegrasi dengan aspek ekonomi, hukum, sosial, dan lingkungan.
“Real estate adalah ruang hidup yang kompleks. Ia tidak hanya berbicara tentang bangunan, tetapi juga tentang bagaimana manusia berinteraksi dengan ruang, ekonomi bergerak, dan kebijakan publik berjalan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Secara komprehensif, ia juga menjelaskan bahwa dinamika pasar properti sangat dipengaruhi oleh interaksi antara permintaan dan penawaran, serta peran berbagai aktor seperti investor, rumah tangga, dan pemerintah dalam membentuk struktur ruang perkotaan. Dalam konteks ini, sektor real estate menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Lebih lanjut, berbagai tantangan yang dihadapi perencana wilayah dan kota turut menjadi sorotan, mulai dari keterbatasan lahan, tingginya harga properti, backlog perumahan, hingga perubahan preferensi masyarakat terhadap hunian yang lebih adaptif dan terintegrasi. Konsep hunian vertikal serta pengembangan berbasis Transit Oriented Development (TOD) juga dinilai menjadi keniscayaan dalam menjawab kebutuhan kota modern.
Di sisi lain, peluang besar juga terbuka bagi para perencana, khususnya dalam analisis tata guna lahan, studi kelayakan kawasan, manajemen pengembangan wilayah, hingga penentuan highest and best use dalam pemanfaatan ruang. Kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan perencana menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Melalui kegiatan ini, Program Studi PWK Fakultas Teknik Universitas Bosowa menegaskan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan perspektif yang lebih luas dan aplikatif terhadap dinamika pembangunan perkotaan.
Secara tidak langsung, forum ini diharapkan mampu membentuk calon perencana wilayah dan kota yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga adaptif terhadap perubahan, mampu membaca peluang, serta siap berkontribusi dalam pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
















