Industri Reksa dana Tumbuh Pesat,OJK Luncurkan Program Pintar Reksa Dana

banner 120x600
banner 468x60

Makassar,7 Mei 2026,redaksimedia.com— Industri reksa dana di Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Data terbaru menunjukkan total dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana mencapai Rp679,24 triliun, meningkat 35,06% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp502,92 triliun. Secara keseluruhan, total dana kelolaan investasi bahkan menembus Rp1.007,65 triliun atau naik 25,19%—menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja berbagai produk reksa dana, terutama reksa dana pendapatan tetap yang mencatat lonjakan tertinggi, disusul reksa dana pasar uang, terproteksi, dan saham. Sementara itu, reksa dana indeks justru mengalami kontraksi, mencerminkan kecenderungan investor domestik yang masih berhati-hati di tengah dinamika pasar.
Kinerja imbal hasil juga menunjukkan tren positif. Reksa dana saham mencatat return tertinggi sebesar 17,23% sepanjang 2025, diikuti reksa dana campuran 12,48%, pendapatan tetap 6,96%, dan pasar uang 3,18%. Capaian ini sejalan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh 22,13%.
Di sisi lain, jumlah investor terus meningkat. Data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 19,2 juta per akhir 2025, naik dari 18,6 juta pada 2024. Menariknya, lebih dari separuh investor didominasi generasi muda di bawah usia 30 tahun.
Melihat potensi tersebut, Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia terus mendorong literasi dan inklusi investasi melalui program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026).
Program ini menjadi bagian dari rangkaian “Road to Pekan Reksa Dana 2026” yang digelar di sejumlah kota besar, termasuk Makassar pada 16–17 April 2026 lalu. Kegiatan di Makassar diawali dengan edukasi bagi jurnalis di Kantor OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta sosialisasi kepada mahasiswa di berbagai kampus.
Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengungkapkan bahwa hingga Februari 2026 terdapat 569.610 investor reksa dana di Sulawesi Selatan. Ia menilai potensi pertumbuhan masih sangat besar, terutama dari kelompok usia muda.
“Penduduk usia 15–34 tahun mencapai hampir 89 juta jiwa, tetapi partisipasi investasi reksa dana masih sekitar 12,82%. Ini menunjukkan ruang peningkatan inklusi masih sangat luas,” ujarnya.
Sebagai bagian dari strategi nasional. Program ini diharapkan dapat mendorong kebiasaan investasi rutin di masyarakat.
Dewan Presidium APRDI, Marsangap P. Tamba, menegaskan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan industri melalui edukasi yang lebih interaktif dan mudah dipahami Generasi muda kini mendominasi investor. Karena itu, pendekatan literasi harus lebih partisipatif agar masyarakat semakin memahami pentingnya investasi yang terencana,” jelasnya.

banner 325x300

Ketua Presidium APRDI Lolita Lilana menyampaikan bahwa industri reksadana masih membutuhkan inovasi dan kreativitas agar dapat membentuk produk-produk yang cocok dan diminati oleh masyarakat. Dukungan dan insentif masih dibutuhkan untuk membentuk dan membangun budaya berinvestasi.

“Program PINTAR Reksa Dana diharapkan dapat menggerakan masyarakat agar mulai berinvestasi rutin dan terencana untuk mencapai tujuan keuangan masa depan,” kata Lolita.

Lanjutnya, dalam meningkatkan literasi masyarakat tentang reksa dana, APRDI bersama OJK dan SRO juga telah melakukan rangkaian edukasi di enam kota, yaitu Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, Bandung, dan Palembang. Rangkaian program ini sudah mengedukasi 250 jurnalis dan 2.500 mahasiswa.

Otoritas Jasa Keuangan Luncurkan Pintar Reksa Dana

 

Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) sebagai upaya untuk meningkatkan pendalaman pasar dengan mendorong partisipasi masyarakat di pasar modal khususnya melalui instrumen reksa dana. Program ini juga diharapkan semakin mempercepat akses keuangan dan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.​

Peluncuran PINTAR Reksa Dana dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Main Hall Bursa Efek Indonesia.

Friderica menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan program delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal Indonesia yang menyebutkan bahwa penguatan integritas tidak hanya didukung oleh kualitas tata kelola, tetapi juga didukung perluasan partisipasi masyarakat sebagai investor di pasar modal.

“Program ini juga menjadi bagian dari reformasi sistemik untuk memperkuat peran pasar modal sebagai pilar pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional,” kata Friderica.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *