Unhas dan Gojek Dorong Mahasiswa Kuasai Kompetensi Komunikasi Digital dan Industri Kreatif

banner 120x600
banner 468x60

Makassar,13 Mei 2026,redaksimedia.com-Transformasi digital yang berkembang cepat tidak hanya mengubah pola komunikasi masyarakat, tetapi membentuk kebutuhan baru dunia industri terhadap sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, dan memiliki kemampuan komunikasi digital yang kuat.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Hasanuddin bersama PT Gojek Indonesia menghadirkan kegiatan ruang belajar kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri kreatif dan ekosistem digital nasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi mampu memahami dinamika ekonomi digital yang terus berkembang.

banner 325x300

Melalui pendekatan dialog dan berbasis pengalaman praktis, mahasiswa diajak melihat media sosial tidak sekadar sebagai ruang ekspresi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membangun personal branding, jejaring profesional, hingga peluang karier.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., SpBM(K), menegaskan, perguruan tinggi saat ini dituntut menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan terhubung dengan kebutuhan industri masa depan.

Menurutnya, kampus tidak lagi hanya menjadi ruang transfer pengetahuan formal, tetapi berperan membentuk lulusan yang agile, adaptif, dan mampu berkompetisi dalam lanskap kerja yang semakin dinamis.

“Kampus menghadirkan berbagai mitra agar mahasiswa memiliki kesempatan membangun jejaring yang lebih luas. Dari kampus inilah nantinya lahir alumni-alumni yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan dunia kerja,” jelas Prof Ruslin.

Prof Ruslin menambahkan, Unhas terus memperkuat desain pembelajaran berbasis pengalaman melalui berbagai program penguatan kompetensi, termasuk Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK), yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan dunia industri, masyarakat, dan berbagai tantangan nyata di lapangan.

Lebih lanjut, Prof Ruslin menyebutkan, kebutuhan industri saat ini tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi menempatkan soft skills, kemampuan komunikasi, jejaring, dan kreativitas sebagai kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda.
/
“Sekarang kebutuhan industri bukan hanya lulusan dengan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga talenta yang memiliki value,/ kemampuan komunikasi, jejaring, dan skill tambahan. Karena itu, mahasiswa harus aktif bergaul, membangun relasi, dan membuka diri terhadap pengalaman baru,” tambahnya.

Kolaborasi bersama Gojek dinilai menjadi bagian penting dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran yang lebih dekat dengan realitas industri digital. Kehadiran pelaku industri secara langsung memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami perubahan tren komunikasi digital, perilaku audiens, hingga strategi pengelolaan media sosial yang efektif dan produktif.

Pembahasan utama talkshow berfokus pada social media management di era digital dengan menghadirkan content creator dan praktisi industri kreatif, Adi Surya dan Anggu Batary, serta dimoderatori oleh Anzar Ahmad. Diskusi mengulas berbagai aspek pengelolaan media sosial, mulai dari strategi membangun konten yang relevan, menjaga konsistensi komunikasi digital, memahami karakter audiens, hingga membangun citra positif di ruang publik digital.

Tema tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap talenta kreatif yang mampu mengintegrasikan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi digital secara efektif. Media sosial kini berkembang menjadi medium strategis yang tidak hanya membentuk citra personal maupun institusi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi, pengembangan usaha, hingga karier profesional lintas sektor.

Dalam kegiatan ini, turut hadir dari pihak Gojek Head of Regional Public Policy & Government Relations at Gojek, Mohammad Khomeiny, serta Head of Regional Corporate Affairs Gojek for East Indonesia, Mulawarman. Keterlibatan Gojek menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda, khususnya dalam menghadapi perubahan ekosistem ekonomi kreatif dan digital di Indonesia.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa, yang terlihat antusias mengikuti rangkaian diskusi yang berlangsung interaktif dan membahas berbagai dinamika industri kreatif serta strategi komunikasi digital di era media sosial.

Kegiatan tersebut dikemas melalui “Zona Muda Gojek Talkshow” yang dilaksanakan di Arsjad Rasjid Lecture Theatre Universitas Hasanuddin pada Selasa (12/05). (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *