Teknologi Padi Abadi dan Sistim Salibu,Cara Vale Ciptakan Ketahanan Pangan Nasional Di Wilayah Tambang

banner 120x600
banner 468x60

Makassar 17 Maret 2026,redaksimedia.com. Indonesia Memiliki Potensi Sumber Daya Alam yang Memadai.Potensi Alam ini terletak di desa Puubunga,desa Pubenua Kecamatan Baula,dan Desa Lemedai KecamatanTanggetada Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara.

Ketiga desa ini merupakan binaan PT.Vale dan memiliki lahan percontohan demostrasi padi Seluas 36 are,yang dikembangkan oleh PT.Vale bekerjasama dengan pemerintah kabupaten kolaka,dan di manfaatkan oleh Asosiasi Petani Organik Kolaka (ASPOK) sejak november 2025 lalu. Dari 36 are lahan percontohan di bagi menjadi 10 are menggunakan budidaya organik dan 26 are menggunakan metode konvensional yang dirancang untuk memberikan wawasan komparatif tentang efektivitas setiap pendekatan.

banner 325x300

Lahan Percontohaan demostrasi ini merupakan wujud PT Vale sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan (MIND ID) untuk memperkuat kontribusinya terhadap agenda pembangunan nasional melalui berbagai inisiatif keberlanjutan, termasuk upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan bagi masyarakat sekitar wilayah operasionalnya,
sebagai wujud mendukung asta cita Ketahanan Pangan Nasional.

Lahan percontohan ini mengintegrasikan penelitian dan metode budidaya padi berkelanjutan berbasis presisi yang disesuaikan dengan kondisi agroklimat lokal. Program ini merupakan kolaborasi antara PT Vale Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kolaka, kelompok tani, dan lembaga penelitian pertanian.

Beberapa varietas padi unggul diuji, termasuk PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Program ini juga memperkenalkan teknologi Padi Abadi dan sistem Salibu, yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang. Dengan metode ini, petani dapat panen hingga delapan kali dari satu kali tanam, mengurangi biaya benih, persemaian, dan persiapan lahan hingga 50 persen.

Ketahanan pangan merupakan landasan penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas nasional. Komitmen ini juga diuraikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang Nasional (RPJMN) 2025–2029 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

Komitmen ini ditunjukkan melalui Panen Bersama Lahan Demonstrasi Padi Berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka beberapa waktu lalu.

Panen bersama tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, pemimpin pemerintahan daerah dan keamanan (Forkopimda), serta perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, termasuk Deputi Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Widiastuti, SE, M.Si.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar, S.Sos., MM, menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Vale. Ia menyatakan bahwa jika semua perusahaan pertambangan berkontribusi pada inisiatif ketahanan pangan, target swasembada pangan pemerintah akan lebih mudah dicapai.

CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, menekankan bahwa program lahan percontohan ini merupakan bagian dari pendekatan keberlanjutan holistik perusahaan, yang meluas melampaui operasi pertambangan hingga memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat setempat.

“Bagi PT Vale, keberlanjutan bukan hanya tentang penambangan yang bertanggung jawab. Ini tentang tumbuh bersama dengan masyarakat di sekitar lokasi operasi kami. Lahan demonstrasi padi berkelanjutan ini merupakan bagian dari pendekatan holistik kami untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan mata pencaharian petani, dan memperkenalkan inovasi pertanian adaptif dan ramah lingkungan,” ujar Bernardus.

Ia menambahkan bahwa program tersebut mencerminkan bagaimana kolaborasi antara bisnis, pemerintah, lembaga penelitian, dan kelompok petani dapat memberikan solusi nyata dalam mendukung prioritas pembangunan nasional.

Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma Mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh.

“Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai pilar utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, PT Vale tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga mentransfer pengetahuan, teknologi, dan praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan kepada petani lokal,” kata Endra.

Ia menambahkan bahwa lahan percontohan tersebut diharapkan dapat berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran bersama yang dapat direplikasi di daerah lain di Kabupaten Kolaka.

Hasil Panen Menunjukkan Kemajuan Positif

Panen bersama tersebut menghasilkan hasil yang menggembirakan, menandai peningkatan signifikan dibandingkan dengan praktik budidaya sebelumnya.

Di lahan organik seluas 10 are, khususnya varietas Trisakti, hasil panen mencapai 6,9 ton, menunjukkan bahwa budidaya organik berbasis presisi dapat menghasilkan produktivitas yang kompetitif sekaligus menjaga kesehatan tanah dan keseimbangan ekosistem.

Di lahan konvensional seluas 26 are, total panen mencapai sekitar 15 ton dari enam varietas yang diuji. Keberhasilan adaptasi mereka terhadap kondisi lahan Kolaka menunjukkan potensi yang kuat untuk menggabungkan teknologi budidaya modern dengan varietas benih unggul guna meningkatkan produktivitas.

Selain peningkatan hasil panen, program ini telah memperkuat kapasitas petani melalui pendampingan intensif, yang mencakup pengelolaan lahan, penggunaan pupuk organik, dan pengendalian hama terpadu—mempromosikan sistem pertanian yang produktif namun tetap ramah lingkungan.

Salmi, seorang petani dan perwakilan dari Asosiasi Petani Organik Kolaka (ASPOK), merasakan manfaat nyata dari pertanian organik.

“Dengan pertanian organik, biaya produksi lebih efisien karena kita dapat membuat pupuk dari bahan-bahan yang tersedia secara lokal. Harga jual juga lebih baik, sehingga keuntungan kita meningkat. Dari segi produksi, hasil panen kita lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional sebelumnya,” katanya.

Komitmen Berkelanjutan terhadap Pemberdayaan Masyarakat

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale di sektor pertanian telah dilaksanakan secara konsisten sejak tahun 2021, termasuk pengembangan metode SRI organik di Pomalaa. Hingga Oktober 2025, program ini telah melibatkan 55 petani, termasuk sembilan petani perempuan, yang mendukung inklusivitas dalam pembangunan ekonomi lokal.

Melalui panen bersama ini, PT Vale menegaskan kembali komitmennya untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat—tidak hanya melalui penambangan yang bertanggung jawab tetapi juga melalui inisiatif pembangunan yang memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi regional.
Ke depannya, lahan demonstrasi padi berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi praktik terbaik yang dapat direplikasi, yang selanjutnya meningkatkan kolaborasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat untuk mencapai ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Dengan kolaborasi yang kuat dan inovasi berkelanjutan, PT Vale yakin bahwa upaya bersama ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan di Kolaka, tetapi juga memberikan kontribusi yang berarti dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *