FIPS Unibos Dorong Moralitas DIgital Mahasiswa Melalui Penguatan Kapasitas HAM DI Era Teknologi

banner 120x600
banner 468x60

Makassar,21 Mei 2026,redaksimedia.com-Arus informasi digital yang bergerak tanpa batas kini tidak hanya menghadirkan kemudahan, tetapi juga tantangan besar terhadap etika, privasi, dan kesadaran kemanusiaan di ruang virtual. Menjawab dinamika tersebut, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) Universitas Bosowa menghadirkan agenda Penguatan Kapasitas HAM bagi Mahasiswa Universitas Bosowa bertema “Moralitas Digital: Etika Berkomunikasi dan Penghormatan Ruang Privat” pada Selasa, 19 Mei 2026 di Gedung Balai Sidang Universitas Bosowa.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Selatan, Idawati Parapak, yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Selatan, Daniel Rumsowek. Turut hadir Direktur Akademik dan Sistem Informasi Universitas Bosowa, Dr. Burhan, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Bosowa, Dr. Andi Hamsiah, beserta jajaran pimpinan fakultas dan dosen FIPS Universitas Bosowa.

banner 325x300

Melalui forum ini, mahasiswa diajak memahami bahwa persoalan hak asasi manusia kini tidak lagi hanya hadir dalam ruang sosial secara konvensional, tetapi juga berkembang di tengah aktivitas digital yang semakin kompleks. Mulai dari etika komunikasi, penyebaran informasi, perlindungan data pribadi, hingga penghormatan terhadap ruang privat menjadi isu penting yang perlu dipahami generasi muda saat ini.

Dalam pemaparannya, Idawati Parapak menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus dibarengi dengan kesadaran moral dan tanggung jawab sosial dalam menggunakan ruang digital.

“Teknologi hari ini berkembang sangat cepat, tetapi nilai-nilai kemanusiaan tidak boleh tertinggal. Mahasiswa harus mampu menjadi generasi yang cerdas secara digital sekaligus memiliki etika dalam berkomunikasi, menghormati privasi, dan memahami batas-batas hak orang lain di ruang virtual,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan secara tidak langsung bahwa literasi digital tidak cukup hanya dipahami dari sisi kemampuan teknis menggunakan teknologi, melainkan juga bagaimana seseorang membangun kesadaran etis dalam setiap interaksi di dunia maya. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat, aman, dan menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia.

Dalam sambutannya, Direktur Akademik dan Sistem Informasi Universitas Bosowa, Dr. Burhan, menyampaikan bahwa isu moralitas digital menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan tinggi di tengah masifnya perkembangan teknologi informasi.

“Perguruan tinggi hari ini tidak cukup hanya mencetak mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membangun karakter, etika, dan kesadaran sosial mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab. Ruang digital membutuhkan generasi yang cerdas sekaligus berintegritas,” ujar Dr. Burhan, S.Pd., M.Pd.

Secara tidak langsung, Dr. Burhan, S.Pd., M.Pd. juga menekankan bahwa penguatan kapasitas HAM dan literasi etika digital menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat, adaptif, serta relevan dengan tantangan era transformasi teknologi saat ini.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Bosowa, Dr. Andi Hamsiah, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen FIPS Unibos dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya fokus pada kompetensi akademik, tetapi juga pembentukan karakter mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa FIPS Universitas Bosowa memiliki kesadaran kritis dalam menggunakan media digital. Etika komunikasi, penghormatan terhadap ruang privat, serta nilai-nilai kemanusiaan harus tetap menjadi fondasi utama di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat,” tutur Dr. Andi Hamsiah, M.Pd.

Ia juga menyampaikan secara tidak langsung bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun budaya komunikasi digital yang sehat, inklusif, dan menghargai hak asasi manusia. Menurut Dr. Andi Hamsiah, M.Pd., penguatan wawasan HAM di era digital menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu menghadapi tantangan sosial dan teknologi secara bijak serta bertanggung jawab.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai persoalan aktual terkait keamanan data pribadi, etika bermedia sosial, penyebaran informasi digital, hingga tantangan menjaga moralitas di tengah derasnya arus teknologi.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari tingginya partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Diskusi yang tercipta tidak hanya memperlihatkan kepedulian mahasiswa terhadap isu hak asasi manusia, tetapi juga menunjukkan meningkatnya kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga etika komunikasi di ruang digital.

Melalui agenda ini, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Bosowa kembali memperlihatkan komitmennya dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang responsif terhadap isu-isu kontemporer. Tidak hanya membentuk mahasiswa yang unggul secara akademik, FIPS Unibos juga mendorong lahirnya generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai kemanusiaan dan etika sosial.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *