Makassar,27 Juni 2026,redaksimedia.com-Pada posisi April 2026, total aset perbankan tumbuh sebesar 5,29 persen (yoy) menjadi Rp215,79 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,23 persen (yoy) menjadi Rp149,46 triliun. DPK di Provinsi Sulawesi Selatan didominasi oleh tabungan dengan share 60,72 persen, disusul Deposito sebesar 22,79 persen dan Giro sebesar 16,50 persen. Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulselbar Moch.Muchlasin mengatakan Pertumbuhan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan terjaganya kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan di tengah dinamika ekonomi yang berkembang.
Di sisi penyaluran dana, kredit perbankan tumbuh sebesar 5,46 persen (yoy) menjadi Rp174,60 triliun. Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit produktif memiliki pangsa sebesar 52,36 persen dan berhasil tumbuh positif sebesar 2,64 persen (yoy), sementara itu kredit konsumtif memiliki pangsa sebesar 47,64 persen dan tumbuh tinggi sebesar 8,74 persen (yoy). Jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, kredit produktif yang disalurkan pada sektor perdagangan besar dan eceran memiliki porsi terbesar dengan share 21,86 persen dari total penyaluran kredit.
Fungsi intermediasi perbankan juga tetap berjalan dengan baik yang tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 116,82 persen. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) masih terjaga, berada pada level 3,74 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perbankan di Sulawesi Selatan tetap mampu menyalurkan pembiayaan untuk mendukung aktivitas ekonomi dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang memadai














