Makassar,30 Agustus 2026,redaksimedia.com-Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau biasa disingkat QRIS (dibaca “Kris”) merupakan standar QR Code Pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk digunakan dalam memfasilitasi transaksi pembayaran di Indonesia. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Semua Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) yang menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS.
Tujuh Tahun Perjalanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang di luncurkan pada 17 Agustus 2019 merupakan langkah monumental Bank Indonesia dalam mewujudkan infrastruktur sistem pembayaran nasional yang berdaulat, efisien, inklusif, dan aman. Inisiatif ini tidak hanya merepresentasikan inovasi teknologi, tetapi juga sebagai simbol dari upaya strategis Indonesia untuk memperkuat kedaulatan ekonomi digital dan perlindungan data transaksi domestik.
Saat ini, seluruh transaksi pembayaran dapat difasilitasi oleh satu QR Code Pembayaran yang sama, yaitu QRIS, sekalipun instrumen pembayaran yang digunakan pengguna berbeda-beda.
QRIS bagian dari upaya strategis membangun sistem pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan. QRIS hadir bukan hanya sebagai teknologi, tapi sebagai bentuk nyata dari kedaulatan dan efisiensi sistem pembayaran nasional.
Di Sulawesi Selatan Khususnya di makassar QRIS sudah sangat berkembang, para UMKM seperti pedagang pasar,warung kopi,toko kelontongan,pelaku usaha kuliner, bahkan pelaku usaha di sektor pariwisata telah menggunakan Qris. Dengan QRIS, UMKM hanya perlu satu kode untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi,lebih praktis, lebih aman.

Perkembangan Sistim Pembayaran di Sulawesi Selatan
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan mencatat akselerasi perkembangan QRIS di Sulawesi Selatan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda mengungkapkan bahwa volume transaksi QRIS di Sulawesi Selatan hingga Juni 2026 menyentuh angka 28,8 juta transaksi. Angka ini melonjak tajam hingga 139,6 persen secara year-on-year (YoY).
”Peningkatan frekuensi ini turut mengerek nominal transaksi bulanan QRIS ke angka Rp2,57 triliun, atau naik 83 persen secara YoY,” ujar Rizki Ernadi Wimanda dalam pemaparannya pada Pelatihan Wartawan Sulawesi Selatan, Kamis (27/8) di hotel pulman Denpasar bali .”
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meluasnya adopsi pengguna yang mencapai 1,48 juta pengguna (+17,47% YoY) dan ekspansi merchant QRIS yang menembus 1,46 juta merchant (+16,5% YoY). Menurut Rizki, lonjakan volume yang melampaui pertumbuhan pengguna mengindikasikan bahwa masyarakat tidak sekadar mendaftar, tetapi menjadikan QRIS sebagai instrumen pembayaran utama sehari-hari.
Kondisi serupa terjadi pada layanan BI-Fast di wilayah Sulampua. Hingga Juli 2026, volume transaksi BI-Fast tumbuh 53,16 persen YoY menembus 14,6 juta transaksi, dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp33,74 triliun (+50,93% YoY).
Pencapaian ini tidak terlepas dari peran aktif bank indonesia dalam mengedukasi dan perluasan inklusi keuangan, percepatan transformasi ekonomi serta mendorong masyarakat serta pelaku usaha untuk beralih ke transaksi digital dan memanfaatkan generasi produktif di Sulawesi Selatan.
QRIS, sebagai standar tunggal untuk kode pembayaran, menyatukan berbagai dompet digital dan platform pembayaran domestik. Hal ini memastikan bahwa data transaksi dan alur dana tetap berada di dalam negeri, memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
QRIS memberikan dampak signifikan bagi pelaku UMKM
untuk lebih mudah mengakses ekosistem ekonomi digital. Menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, dengan mempermudah transaksi antar pelaku usaha dan masyarakat.
Pandangan Akademisi Terhadap Quick Response Code Indonesia Standard

Dosen Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar dan juga pemerhati UKM
Dr Andi Nur Bau Massepe SE. MM CRBC mengatakan kehadiran pembayaran digital Qris yang merupakan Inovasi Bank Indonesia memberikan dampak positif terhadap Usaha Kecil Menengah di makassar.Hasil pengamatan secara reel di lapangan rata-rata pelaku usaha seperti warung kopi,penjual kue jajanan,penjual di pasar tradisional,toko kelontong,penjual air galon sudah menggunakan dan memanfaatkan Qris dalam setiap transaksi pembayaran pada umumnya.
Andi Nur Bau Massepe menambahkan dengan E-payment mudah di gunakan oleh UKM karena satu barcode bisa untuk pembayaran antar bank,sehingga membantu UKM melakukan pencatatan setiap transaksi sebagai laporan keuangannya.
Kehadiran Qris bagi UKM dapat menekan dan menghilangkan rasa khawatir pada saat transaksi dan secara tidak langsung mencegah peredaran uang palsu.
“Saya kira inovasi bank Indonesia berupa pembayaran digital Qris sangat bagus dan bermanfaat bagi pelaku-pelaku UKM di Sulawesi Selatan,dan meningkat perekonomian bagi UKM tersebut.”ujarnya.”
Meski QRIS telah membawa kemajuan besar, tantangan tetap ada. Keamanan siber dan perlindungan data konsumen menjadi isu utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital.
Keberhasilan transformasi sistem pembayaran Indonesia tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada komitmen kuat pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk mendukung kebijakan yang berpihak pada kedaulatan nasional.
QRIS bukan sekadar alat transaksi, tetapi simbol kemandirian Indonesia di dunia digital. Bank Indonesia telah menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem pembayaran yang inklusif, efisien, dan berdaulat.
















