Makassar 9 Oktober 2026,redaksimedia.com – Mahasiswa Program Studi Perpajakan Politeknik Bosowa, Rianti Rahmani Bintang, berhasil meraih penghargaan Best Speaker dalam ajang International Student Conference 2026 yang berlangsung secara daring melalui Zoom, Jumat (9/10/2026).
Penghargaan tersebut diraih melalui presentasi penelitian bertema carbon accounting di kawasan industri Gowa. Topik ini mengangkat isu akuntansi karbon yang semakin relevan seiring berkembangnya ekonomi hijau dan meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Pencapaian Rianti menjadi kebanggaan bagi Politeknik Bosowa sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan akademik yang berkaitan dengan persoalan nyata di dunia usaha.
Dosen pembimbing, Sri Nirmala Sari, mengapresiasi pencapaiannya. Ia berharap keberhasilan ini menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan kemampuan akademik dan mengikuti berbagai kompetisi lainnya.
“Alhamdulillah, semoga prestasi ini tidak sampai di sini saja, tetapi terus dilanjutkan di kegiatan kompetisi lainnya,” ujar Sri Nirmala.
Menurutnya, capaian tersebut juga menjadi catatan penting bagi Program Studi Perpajakan dalam memperkenalkan nama institusi melalui konferensi dan kompetisi akademik di tingkat internasional.
Penelitian yang dipresentasikan Rianti mengangkat carbon accounting, yaitu pencatatan dan pengelolaan informasi terkait emisi karbon yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan perusahaan.
Tema ini memiliki keterkaitan dengan bidang perpajakan karena mahasiswa tidak hanya mempelajari ketentuan perpajakan, tetapi juga dibekali pengetahuan akuntansi yang terus berkembang mengikuti kebutuhan dunia usaha.
Salah satu bidang yang semakin mendapat perhatian adalah akuntansi keberlanjutan, termasuk pengelolaan informasi karbon sebagai bagian dari upaya perusahaan memahami dampak aktivitas bisnis terhadap lingkungan.
Selain itu, topik tersebut berkaitan dengan kebijakan pajak karbon di Indonesia yang memiliki landasan hukum dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
Sri Nirmala menjelaskan bahwa pemahaman mengenai akuntansi keberlanjutan penting bagi mahasiswa agar mampu melihat persoalan perusahaan secara lebih menyeluruh.
“Mahasiswa diberikan bekal bukan hanya mendukung perusahaan, tetapi juga memerhatikan dampak terhadap lingkungannya,” jelasnya.
Dengan pemahaman tersebut, lulusan perpajakan diharapkan tidak hanya menguasai aspek teknis perpajakan, tetapi juga mampu mempertimbangkan tanggung jawab lingkungan dalam memberikan solusi bagi perusahaan.
Keikutsertaan Rianti dalam konferensi tersebut didukung proses pembinaan di lingkungan prodi. Tahapannya dimulai melalui sosialisasi dan pelatihan, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan mahasiswa yang dinilai memiliki potensi untuk mengikuti konferensi.
Salah satu modal penting untuk berkompetisi adalah keberanian mengambil kesempatan. Mahasiswa perlu memiliki kemauan untuk mencoba, mengembangkan ide, dan menyampaikan hasil penelitian di hadapan audiens yang lebih luas.
Politeknik Bosowa bersama program studi juga memberikan dukungan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti kegiatan akademik maupun kompetisi di luar kampus.
Pengalaman mengikuti konferensi diharapkan dapat membantu mahasiswa meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi ilmiah, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara terstruktur, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.
Perkembangan isu Environmental, Social, and Governance (ESG), ekonomi hijau, dan keberlanjutan turut mendorong kebutuhan terhadap lulusan perpajakan yang memiliki kompetensi lebih luas.
Lulusan diharapkan tidak hanya memahami perhitungan dan administrasi pajak, tetapi juga mampu menganalisis persoalan perusahaan, menyusun alternatif solusi, serta memahami pentingnya tanggung jawab lingkungan dalam aktivitas bisnis.
Kompetensi tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi alumni ketika memasuki dunia kerja, terutama dalam membantu perusahaan menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks.
Karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan konferensi akademik menjadi salah satu kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus menghubungkan pengetahuan di bangku kuliah dengan kebutuhan profesional.
Pencapaian Rianti Rahmani Bintang diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa Politeknik Bosowa lainnya untuk berani mengembangkan gagasan dan berpartisipasi dalam kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Sri Nirmala berpesan agar mahasiswa terus belajar dan tidak membiarkan keraguan menghalangi kesempatan untuk berkembang. Menurutnya, keberanian mencoba dan kesediaan belajar dari kegagalan merupakan bagian penting dalam perjalanan akademik.
“Teruslah belajar, tetap berani walaupun keraguan terkadang muncul sebagai godaan, tetapi terus maju walaupun gagal. Menang adalah bonus atas belajar dan berani yang telah ditanam,” pesannya.
Melalui pencapaian ini, Politeknik Bosowa diharapkan terus mendorong budaya akademik yang mendukung penelitian, kreativitas, dan pengembangan potensi mahasiswa. Keberhasilan Rianti menjadi salah satu contoh bahwa keberanian menyampaikan gagasan dapat membuka peluang untuk berprestasi sekaligus membawa nama institusi ke forum akademik yang lebih luas.
















