Makassar 27 Oktober 2026,redaksimedia.com – Politeknik Bosowa (Poltekbos) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan daya saing lulusan melalui kolaborasi strategis dengan dunia pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Implementasi Kerja Sama (Implementation Arrangement) antara Politeknik Bosowa dan Program Studi Bahasa Mandarin, Fakultas Pendidikan dan Sastra, Universitas Bosowa (Unibos), tentang pelaksanaan program pelatihan Bahasa Mandarin untuk mendukung kesiapan kerja dan magang mahasiswa Tahun Anggaran 2026. Selasa(27/10/26).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan bahasa asing yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus memperluas peluang untuk beradaptasi di lingkungan kerja yang semakin kompetitif dan berorientasi global.
Direktur Politeknik Bosowa, Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T., menegaskan bahwa penguatan kompetensi mahasiswa tidak cukup hanya melalui penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga perlu didukung kemampuan komunikasi lintas bahasa dan budaya.
“Penguasaan Bahasa Mandarin menjadi salah satu nilai tambah bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Melalui kerja sama ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi sesuai bidang keahliannya, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan baik, beradaptasi dengan lingkungan kerja yang beragam, serta memanfaatkan peluang karier di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antarlembaga pendidikan merupakan bagian penting dalam menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan perkembangan kebutuhan industri. Melalui program pelatihan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh bekal tambahan yang dapat menunjang pelaksanaan magang sekaligus meningkatkan kepercayaan diri saat memasuki dunia profesional.
Program pelatihan Bahasa Mandarin menjadi salah satu upaya untuk mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang. Kemampuan berbahasa asing merupakan kompetensi pendukung yang dapat membuka akses terhadap informasi, komunikasi profesional, serta peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Selain meningkatkan keterampilan berbahasa, program ini diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman mahasiswa terhadap pentingnya komunikasi lintas budaya dalam lingkungan kerja modern.
Bagi pendidikan vokasi, langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga adaptif, komunikatif, dan siap menghadapi dinamika industri.
Sinergi antara Politeknik Bosowa dan Program Studi Bahasa Mandarin, Fakultas Pendidikan dan Sastra, Universitas Bosowa menjadi wujud penguatan kolaborasi di lingkungan pendidikan tinggi dalam menghadirkan program pengembangan kompetensi yang lebih terarah.
Melalui implementasi kerja sama, Politeknik Bosowa berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan secara optimal sebagai bagian dari persiapan menghadapi program magang dan memasuki dunia kerja.
Kerja sama ini sekaligus menegaskan pentingnya inovasi dalam pendidikan vokasi, khususnya dalam memadukan kompetensi teknis dengan kemampuan komunikasi dan wawasan global.
Dengan penguatan kompetensi tersebut, Politeknik Bosowa terus mendorong terciptanya lulusan yang kompeten, percaya diri, dan memiliki daya saing untuk menjawab kebutuhan dunia kerja masa kini maupun masa depan.
















