Makassar,30 November 2026,redaksimedia.com– Kota Makassar merupakan ibukota propinsi Sulawesi selatan.,Makassar juga sebagai hub di kawasan timur Indonesia. Makassar memiliki ragam budaya dan kuliner yang membuat daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tak hanya itu, di Makassar banyak cemilan-cemilan khas olahan Usaha Mikro Kecil Menengah yang bisa di jadikan buah tangan atau oleh-oleh buat keluarga terdekat dan relasi.
Salah satunya yakni produk Usaha Kecil Menengah Bakpia Markisa Malino.
Bakpia Markisa Malino merupakan produk olahan UKM yang terbuat dari olahan tepung terigu, gula pasir,markisa dan selai dengan berbagai varian rasa dan kemasan.
Ibu Ratna Sari Owner Bakpia Markisa Malino Menceritakan awal mulanya membuat Bakpia Malino menjadi produk UKM sejak tahun 2022 lalu.Ratna Sari mencoba inovasi pembuatan Bakpia dengan mengunakan markisa yang merupakan produk lokal asli dari Malino.Sejak saat itu dirinya bersama keluarga mulai memproduksi dan memasarkan produk UKM Bakpia Markisa Malino melalui media sosial Facebook, IG,dan grup WA.Menurut Ratna Sari Di pakai Brand Bakpia Markisa Malino,mengingat dirinya lahir dan dibesarkan di kecamatan Tinggi Moncong. Malino merupakan objek wisata yang terletak di pegunungan kabupaten Gowa Sulawesi selatan.
” Banyak Orang mengenal Bakpia identik dari Kota Yogjakarta,namun saya mencoba membuat inovasi bakpia dengan mengunakan markisa dari Malino”.ujar ratnasari.”
Bakpia Markisa Malino memiliki Enam Varian Rasa terdiri dari Bakpia Ubi ungu, Bakpia Kacang Merah, Bakpia Kacang Hijau, Bakpia Coklat, Bakpia Keju dan Bakpia Mix (Perpaduan dua rasa)
Produk Bakpia Markisa Malino bisa di temui di objek-objek wisata seperti Malino Highlands,Malino Kampung Eropa,sementara di Makassar Bakpia Markisa Malino dapat di temui di toko-toko oleh-oleh, roti daeng,dan di etalase lobby hotel Claro,hotel aerto smile dan hotel Vasaka.Harga Bakpia Markisa Malino cukup terjangkau yakni Rp.25.000 perkemasan.
Tak Hanya itu Produk Bakpia Markisa Malino sudah terdaftar di Produk Ekatalog Kementrian.
Keberhasilan Bakpia Markisa Malino menempus pasar nasional tidak terlepas dari dukungan sektor perbankan yang memperluas jangkauan kredit UMKM dan akses pembiayaan lainnya.
Ratna Sari mengaku sangat terbantu dengan adanya peranan dari otoritas jasa keuangan Sulsel-sulbar memperluas akses keuangan dan pembiayaan dari industri jasa keuangan di Sulawesi selatan.
” Sangat terbantu sekali dengan adanya layanan keuangan dan akses pembiayaan dari industri jasa keuangan di Sulsel,sehingga usaha kami bisa berproduksi terus dan membantu perekonomian keluarga.”ungkap ratna.”
OJK Perluas Akses Pembiayaan, Kredit UMKM Sulawesi Selatan Tumbuh Positif
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus mendorong perluasan akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sektor usaha produktif, meningkatkan daya saing, serta mendorong UMKM agar tumbuh dan naik kelas.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menilai akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan UMKM. Dukungan permodalan yang memadai diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, dan menciptakan peluang kerja baru.
Berdasarkan data OJK yang pada Juli 2026, penyaluran kredit UMKM di Sulawesi Selatan hingga April 2026 mencapai Rp61,66 triliun, atau sekitar 36,05 persen dari total kredit perbankan di daerah tersebut. Pembiayaan itu menjangkau 904.541 debitur.
Muchlasin mengatakan, UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah. Karena itu, dukungan industri jasa keuangan perlu terus diperkuat agar semakin banyak pelaku usaha yang dapat mengakses pembiayaan formal sesuai kebutuhan dan kemampuan usahanya.
Perluasan akses pembiayaan, menurutnya, juga perlu diiringi dengan peningkatan kualitas usaha. Pelaku UMKM perlu memperkuat pencatatan keuangan, menyusun perencanaan bisnis, serta menjaga kemampuan memenuhi kewajiban pembayaran agar dapat memperoleh kepercayaan dari lembaga jasa keuangan.
Selain itu, sinergi antara OJK, perbankan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi UMKM dalam mengakses permodalan. Kendala tersebut antara lain keterbatasan agunan, administrasi usaha yang belum tertata, dan minimnya pemahaman terhadap produk pembiayaan.
OJK juga mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan agar pelaku usaha dapat memahami berbagai pilihan pembiayaan yang tersedia, termasuk manfaat, risiko, dan kewajiban yang menyertainya.
Dengan dukungan pembiayaan yang tepat serta pendampingan berkelanjutan, UMKM di Sulawesi Selatan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperkuat keberlanjutan usaha.
Upaya perluasan akses pembiayaan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif sekaligus memperkuat kontribusi UMKM terhadap perekonomian Sulawesi Selatan.
Pandangan Akademisi Terhadap Perluasan Akses Pembiayaan Bagi UMKM
Dosen Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanudin dan juga pengamat ekonomi UMKM Andi Bau Massepe Mengatakan penyaluran kredit dan perluasan akses pembiayaan dari sektor industri jasa keuangan bagi UMKM di Makassar sangat mendorong tingkat ekonomi UMKM tersebut.
Dukungan dari sektor industri jasa keuangan dan perluasan akses keuangan membuat Usaha Kecil Menengah Bakpia Malino bisa menguasai pasar di Makassar hingga ke luar Makassar,seperti Medan,Palembang, Jakarta,Surabaya,Malang,Bali dan Kupang.
Menurutnya,dengan adanya akses keuangan dari sektor industri jasa keuangan sektor UMKM dapat meningkatkan produksinya seperti bakpia malino.”tutup Andi bau.”
















