Pembangunan RS Regional di Gowa Dekatkan Layanan Kesehatan di Wilayah Pegunungan

banner 120x600
banner 468x60

MAKASSAR,3 Agustus 2026,redaksimedia.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) resmi memulai pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Wilayah Selatan yang berlokasi di Kawasan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Pembangunan fasilitas kesehatan ini dirancang untuk mendekatkan akses pelayanan medis rujukan bagi masyarakat lintas daerah, khususnya di wilayah perbatasan Gowa, Sinjai, dan Bulukumba.

Sekretaris Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, dr. Fadli Ananda, menegaskan bahwa keberadaan rumah sakit ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat lintas kabupaten, utamanya di wilayah pegunungan.

banner 325x300

​”Rumah sakit regional ini dibangun di ketinggian untuk mendekatkan masyarakat pegunungan di Gowa, dan masyarakat sekitar termasuk Kabupaten Sinjai dan Bulukumba yang berbatasan langsung dengan pegunungan di Gowa. Insya Allah, bisa lebih dekat dengan akses kesehatan,” ujar dr. Fadli Ananda di Makassar.

​Ia menambahkan, pihak legislatif berharap seluruh proses konstruksi berjalan lancar sehingga rumah sakit dapat segera dimanfaatkan oleh warga sesuai target yang telah ditetapkan.

​”Rumah sakit ini tentunya kita harapkan beroperasi pada Agustus 2027. Mohon doanya rumah sakit ini bisa melayani masyarakat sekitar yang membutuhkan,” tuturnya.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), Ansariadi, SKM., M.Sc.PH., Ph.D., menilai keberadaan RS Regional ini memiliki peran vital dalam melengkapi sistem pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pada aspek penanganan medis lanjutan.

“Pendirian rumah sakit penting untuk hal-hal yang sifatnya kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan) dengan sasaran individu yang sakit. Ini merupakan domain utama rumah sakit,” ucap Ansariadi di Makassar, Senin (3/8/2026).

Menurut Ansariadi, keberadaan RS Regional tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama untuk menangani masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun layanan rujukan. “Untuk perbaikan kesehatan penduduk, maka kegiatan yang dilaksanakan adalah bersifat promotif dan preventif, sasarannya populasi atau komunitas,” ujarnya.

Karena itu, menurut Ansariadi, pembangunan RS Regional Wilayah Selatan perlu ditempatkan dalam kerangka penguatan sistem kesehatan secara keseluruhan. Sehingga, kehadiran rumah sakit rujukan di wilayah tersebut dapat melengkapi layanan kesehatan yang telah berjalan di tingkat primer.

“Harapan saya adalah semua analisis yang diperlukan untuk pendirian RS Regional Wilayah Selatan yang baru saja di-groundbreaking oleh Bapak Gubernur Sulsel tersebut sudah dilakukan sehingga dianggap sebagai sebuah kebutuhan,” terangnya.

Diketahui, pembangunan RS Regional Wilayah Selatan merupakan bagian dari program Multiyears Project (MYP) Pemprov Sulsel. Total anggaran yang dialokasikan kurang lebih Rp161 miliar dan ditargetkan rampung pada tahun 2027. RS Regional Wilayah Selatan direncanakan memiliki tipe C, namun akan dilengkapi peralatan dan fasilitas kesehatan setara tipe B dengan dukungan dokter spesialis. (*)

Loading

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *