Makassar 29 September 2026,redaksimedia.com – Politeknik Bosowa (Poltekbos) terus memperkuat kolaborasi dengan institusi pendidikan vokasi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa agar semakin siap menghadapi kebutuhan dunia kerja, selasa(29/9/26).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Politeknik Bosowa dan Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar, yang salah satu implementasinya diwujudkan melalui pelaksanaan pengujian kemampuan Bahasa Inggris bagi mahasiswa Politeknik Bosowa.
Dalam kegiatan tersebut, Politeknik Bosowa diwakili oleh Wakil Direktur III, Alang Sunding, S.ST., M.T. Sementara dari Politeknik Penerbangan Makassar hadir Wakil Direktur II, Jemi Victor Palpialy, S.Si.T., M.M., bersama Andi Fadhilah Nugrah, S.S.T., M.M., selaku Kepala Bahasa Politeknik Penerbangan Makassar.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret kedua institusi dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, khususnya dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sebagai salah satu kompetensi pendukung di dunia profesional.
Pengujian kemampuan Bahasa Inggris tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kompetensi mahasiswa sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan kemampuan berbahasa, terutama dalam menghadapi lingkungan kerja yang semakin terbuka dan kompetitif.
Wakil Direktur III Politeknik Bosowa, Alang Sunding, S.ST., M.T., mengatakan kerja sama dengan Politeknik Penerbangan Makassar menjadi bagian dari upaya Poltekbos memperluas ruang pengembangan kompetensi mahasiswa.
“Kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk memberikan pengalaman dan penguatan kompetensi kepada mahasiswa. Tidak hanya kompetensi teknis sesuai bidangnya, tetapi juga kemampuan Bahasa Inggris yang menjadi salah satu keterampilan penting dalam menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Menurut Alang, pelaksanaan pengujian kemampuan Bahasa Inggris juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang dimiliki sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kompetensi.
“Kami berharap melalui kolaborasi mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang bermanfaat dan semakin percaya diri dalam mempersiapkan diri memasuki dunia industri. Ke depan, sinergi seperti ini tentu akan terus kami kembangkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa,” tambahnya.
Kerja sama tersebut juga menjadi bentuk sinergi antarperguruan tinggi vokasi dalam memperluas ruang pengembangan kompetensi mahasiswa. Tak hanya berfokus pada kemampuan teknis sesuai bidang keilmuan, mahasiswa perlu memiliki keterampilan pendukung yang dapat menunjang profesionalisme ketika memasuki dunia industri.
Salah satunya adalah kemampuan Bahasa Inggris yang semakin dibutuhkan dalam komunikasi profesional, akses informasi, maupun interaksi di lingkungan kerja.
Melalui implementasi kerja sama, mahasiswa Poltekbos tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris mereka, tetapi juga memperoleh pengalaman akademik melalui kolaborasi dengan institusi yang memiliki kompetensi di bidang kebahasaan.
Kehadiran Jemi Victor Palpialy, S.Si.T., M.M. dan Andi Fadhilah Nugrah, S.S.T., M.M. turut memperkuat sinergi antara kedua institusi dalam pelaksanaan program pengembangan kompetensi mahasiswa.
Kolaborasi Poltekbos dan Poltekbang Makassar diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi terus berkembang melalui berbagai program strategis lainnya yang memberikan dampak nyata bagi mahasiswa.
Dengan demikian, kerja sama ini bukan sekadar dokumen formal, tetapi menjadi langkah nyata dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi lebih lengkap untuk memasuki dunia industri.
















