MAKASSAR 01 October 2026,redaksimedia.com– Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman ingin hafalan Al-Qur’an menjadi modal untuk membuka lebih banyak pintu pendidikan bagi generasi muda Sulsel.
Ia mendorong mahasiswa penghafal Al-Qur’an di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mendapat kesempatan belajar hingga ke Timur Tengah, termasuk melalui program pertukaran mahasiswa dan pendidikan lanjutan.
Dorongan itu disampaikan Gubernur Andi Sudirman saat menghadiri peresmian Markaz Huffadz Al-Qur’an dan Rumah Tahfidz Al-Qur’an Putri Unismuh Makassar, pada Selasa (29/9/2026) kemarin.
“Kalau mungkin harapan kita, yang di Al-Birr bisa dikirim ke Dubai juga, pertukaran atau lanjutkan kuliah S2-nya di sana,” kata Andi Sudirman.
Menurut dia, mahasiswa penghafal Al-Qur’an bukan sekadar dituntut menjaga hafalan. Mereka juga perlu memperoleh akses pendidikan yang lebih luas agar kapasitas akademik dan keilmuannya berkembang.
Andi Sudirman menyebut mereka sebagai “generasi pengawal Al-Qur’an”. Karena itu, keberadaan fasilitas khusus pembinaan hafalan di lingkungan pendidikan tinggi dinilai penting.
“Ini merupakan kebanggaan kita, kebanggaan Sulawesi Selatan dan juga anak-anak kita, generasi pengawal Al-Qur’an kita,” ujarnya.
Markaz Huffadz Al-Qur’an di Kampus Unismuh diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah memiliki hafalan Al-Qur’an sebelum memasuki perguruan tinggi. Adapun Rumah Tahfidz Al-Qur’an Putri di Gowa menjadi tempat pembinaan bagi mereka yang masih menjalani proses menghafal.
Dua fasilitas itu bukan sekadar bangunan baru di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Kehadirannya menjadi bagian dari penguatan pembinaan Al-Qur’an sekaligus meneruskan kerja sama panjang antara Muhammadiyah Sulsel dan keluarga Arab, Dr. (HC) Syekh Mohammad MT Al Khoory.
Andi Sudirman secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Syekh Khoory dan keluarganya atas dukungan yang telah diberikan selama bertahun-tahun. Dukungan tersebut mencakup bidang pendidikan, dakwah, hingga kegiatan kemanusiaan di Sulawesi Selatan.
Hubungan Syekh Khoory dengan Makassar pun telah berlangsung sekitar 35 tahun. Seusai peresmian, Syekh Mohammad Tayyib Al-Khoory menyebut Makassar sebagai rumah keduanya.
Bagi Andi Sudirman, hubungan panjang tersebut dapat menjadi modal untuk membangun kerja sama yang lebih luas. Ia berharap kolaborasi dengan jejaring di Timur Tengah tidak berhenti pada pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi berlanjut pada pengembangan sumber daya manusia.
Kesempatan belajar di luar negeri, kata dia, dapat menjadi salah satu bentuk pengembangan tersebut. Mahasiswa Unismuh, terutama penghafal Al-Qur’an dan mahasiswa Ma’had Al-Birr, didorong memperoleh akses pertukaran mahasiswa maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Timur Tengah.
Peresmian Markaz Huffadz Al-Qur’an dan Rumah Tahfidz Al-Qur’an Putri itu turut dihadiri Syekh Mohammad Tayyib Al-Khoory bersama rombongan dari Uni Emirat Arab, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse, Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanda, serta jajaran pimpinan Muhammadiyah dan Unismuh Makassar.
















