Genre Pesta Musik Timur Masuk Kategori AMI Awards 2026

banner 120x600
banner 468x60

MAKASSAR,28 Oktober 2026,redaksimedia.com – Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards ke-29 menghadirkan empat kategori baru pada penyelenggaraan 2026. Penambahan kategori ini menjadi upaya untuk mengakomodasi perkembangan genre musik di Indonesia, mulai dari hip-hop dangdut hingga musik khas Indonesia Timur.

Empat kategori baru tersebut adalah Karya Produksi Hip-Hop, Karya Produksi Hipdut (Hip-Hop Dangdut), Karya Produksi Etno, dan Karya Produksi Pesta Musik Timur.

banner 325x300

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers AMI Awards 2026 di Makassar, Selasa (27/10/2026). Mengusung tema “Ruang Nada Nusantara”, malam puncak penghargaan musik nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4 November 2026.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mengatakan, perkembangan musik Indonesia tidak terlepas dari pengaruh global, tetapi tetap tumbuh dengan kekuatan akar tradisi dan keragaman musik daerah.

Ia mencontohkan, ketika musik-musik internasional seperti The Beatles mendominasi dunia pada era 1960-an, musik daerah di Indonesia juga tetap berkembang dan dinyanyikan di berbagai wilayah.

Menurut Fadli, dinamika tersebut terus berlanjut hingga perkembangan musik Indonesia Timur yang kini mendapat perhatian luas secara nasional.

“Dan tahun ini diakomodasi juga oleh AMI sebagai Pesta Timur. Ini juga satu hal yang saya kira menunjukkan bahwa genre itu juga dinamis tergantung perkembangan zaman,” ujar Fadli.

Ia mencontohkan sejumlah lagu yang menjadi fenomena di tingkat nasional, seperti “Tabola Bale”, “Stecu-Stecu”, dan “Veronica”. Fenomena tersebut, menurutnya, menunjukkan musik memiliki daya tarik yang luas dan mudah diterima masyarakat.

Fadli berharap AMI Awards dapat menjadi inspirasi bagi para musisi Indonesia sekaligus mendukung perkembangan ekosistem musik nasional.

“Kita berharap AMI Awards ini bisa menjadi satu inspirasi bagi para musisi Indonesia. Dan juga ini merupakan satu platform yang bisa mendukung ekosistem musik di Indonesia,” katanya.

Ketua Umum Yayasan AMI, Candra Darusman, menjelaskan bahwa penambahan kategori dilakukan untuk menjaga relevansi AMI Awards dengan perkembangan industri musik. Di sisi lain, kategori yang dinilai tidak lagi memiliki peminat juga dapat dihentikan.

“Kenapa ada kategori baru dari kategori lama juga hilang ya, ini karena kami ingin selalu relevan dengan perkembangan. Ada kategori baru, ada juga kategori yang tidak ada peminatnya, kita tutup. Dan jumlah kategori udah 67, jadi jangan khawatir, pilih kategori yang sesuai kira-kira yang ada,” kata Candra.

Ia menambahkan, AMI memiliki tim kategorisasi untuk memastikan setiap karya ditempatkan pada kategori yang sesuai. Sejumlah kategori musik, seperti etno, kontemporer, dan daerah, juga tetap tersedia untuk mengakomodasi keragaman karya musisi Indonesia.

Terkait proses penjurian, Candra menegaskan bahwa Yayasan AMI tidak mencampuri keputusan akhir. Dukungan terhadap proses tersebut diberikan kepada sekitar 4.000 anggota AMI, sementara hasil pemenang diperoleh melalui proses yang melibatkan pihak ketiga.

Dengan hadirnya empat kategori baru, AMI Awards ke-29 diharapkan semakin mampu merepresentasikan perkembangan musik Indonesia yang beragam, sekaligus memberi ruang bagi genre dan karya yang tumbuh dari berbagai latar budaya di Nusantara.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *