KKP Matangkan Persiapan Kampung Nelayan Merah Putih 2027, Sulsel Siapkan Penguatan Ekonomi Nelayan

oplus_0
banner 120x600
banner 468x60

MAKASSAR 29 Oktober 2026,redaksimedia.com– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat persiapan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2027 melalui pembekalan tim penilai dan fasilitator yang akan melakukan verifikasi calon lokasi pembangunan di berbagai daerah.

Pembekalan ini Dilakukan di seluruh indonesia sebanyak 38 provinsi dilakukan secara serentak di Indonesia.

banner 325x300

Pembekalan ini di buka Ketua satgas dan dibuka oleh dirjen dan ditutup oleh  menteri.

 

Melalui zoom tgl 27 okt kemarin,
Hadir memberi keterangan ketua satgas koprasi nelayan merah putih , Dibuka oleh dirjen dan rencana ditutup serentak oleh mentri kelautan dan perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M., IPU.

-Bapak Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Lotharia Latif, S.H.,
M.Hum., Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan

-Bapak Mohamad Abdi, Ketua Satgas Tenaga Ahli Menteri Bidang Perlindungan Nelayan
dan Awak Kapal Perikanan

Khusus kegiatan yg di harper ini mengakomodir area sulsel dan barat tgl 27 kmrn dibuka oleh ibu sekdis kelautan dan perikanan Dr. Hj. Sitti Masniah Djabir, S.Pi., M.P.  dan ditutup oleh pak kadis Dr. M. Ilyas, S.T., M.Sc., IPU

 

Universitas Muhammadiyah Sinjai
Universitas Muhammadiyah Makassar
Universitas Andi Djemma
Universitas Hasanuddin
Universitas Sulawesi Barat
NGO / Lembaga / Yayasan:
Lembaga Maritim Nusantara (LEMSA)
Yayasan Estuaria Indonesia
Yayasan Kakakap Raya Bersatu
Yayasan Ladang Sinergi
Lembaga Survei Nypah Indonesia

 

Pembekalan tersebut bertujuan menyamakan standar penilaian sekaligus memastikan proses verifikasi berjalan objektif, transparan, dan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

Penilaian calon lokasi KNMP mencakup enam aspek utama, di antaranya basis masyarakat nelayan, kepastian status lahan, serta kesiapan infrastruktur dasar.

Di Sulawesi Selatan (Sulsel), kegiatan pembekalan berlangsung pada 26–30 Oktober 2026. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulsel, M. Ilyas, menyambut positif program tersebut dan berharap KNMP dapat menjadi salah satu penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Ini adalah terobosan yang luar biasa. Punya harapan besar untuk mengangkat kesejahteraan nelayan kita, dikawal oleh akademisi, NGO dan pemerintah daerah,” kata Ilyas kepada redaksimedia di Makassar, Kamis (29/10/2026).

Menurut Ilyas, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keseriusan tim penilai, asesor, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan di lapangan.

Ia menilai verifikasi calon lokasi menjadi tahapan penting untuk memastikan pembangunan KNMP tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat nelayan.

“50–95 persen keberhasilan ini ada di tangan kita semua,” ungkapnya.

KNMP diharapkan Menjadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Ilyas mengatakan, program KNMP memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir Sulawesi Selatan. Menurut dia, potensi sektor perikanan perlu mendapatkan perhatian lebih besar melalui program yang dirancang sesuai kebutuhan nelayan.

“Nelayan selalu dianggap sama dengan petani, potensi nelayan lebih besar sebenarnya. Makanya KNMP menjadi lokus pertumbuhan ekonomi baru di Sulsel,” tambahnya.

Ia menyebut program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan nelayan Indonesia, termasuk masyarakat pesisir di Sulawesi Selatan.

Karena itu, Ilyas meminta seluruh pihak yang terlibat untuk bekerja secara serius dan memastikan pelaksanaan program tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan langsung para pemangku kepentingan dalam mengawal pelaksanaan program.

“Jadi kita semua harus turun ke lapangan, ini tidak mudah tapi ini tentu akan berhasil. Selama niat kita baik, InsyaAllah kita semua berhasil. Kalau mereka bagus kehidupannya karena gara-gara kita, sampai meninggal pun kita tentu punya amal jariyah,” jelas Ilyas.

Ilyas menyebut Sulawesi Selatan telah memiliki 80 Kampung Nelayan Merah Putih. Ia berharap pengembangan program pada 2027 dapat semakin memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat nelayan di daerah tersebut.

Enam Aspek Penilaian Calon Lokasi

Pembekalan tim penilai dan fasilitator dilaksanakan oleh Satuan Tugas Penyiapan dan Perencanaan KNMP 2027. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan untuk memastikan calon lokasi pembangunan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Selain keberadaan komunitas nelayan dan kepastian lahan, kesiapan infrastruktur dasar menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan kelayakan lokasi.

Verifikasi lapangan diharapkan dapat menghasilkan data yang akurat mengenai kondisi wilayah, kebutuhan masyarakat, serta kesiapan daerah dalam mendukung pembangunan.

Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas nasional KKP. Program ini diarahkan untuk menata kawasan pesisir, memperkuat kelembagaan ekonomi nelayan, menyediakan layanan dasar, serta memodernisasi sarana dan prasarana perikanan tangkap.

Melalui pengembangan kawasan yang terintegrasi, KNMP diharapkan dapat meningkatkan produktivitas perikanan, memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, dan membuka peluang usaha yang lebih luas bagi nelayan.

Pelaksanaan program tersebut berada dalam lingkup kebijakan KKP yang dipimpin Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Sementara itu, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap dipimpin Lotharia Latif, dengan Mohamad Abdi sebagai Ketua Satgas Tenaga Ahli Menteri Bidang Perlindungan Nelayan dan Awak Kapal Perikanan.

Dengan persiapan dan verifikasi yang matang, pelaksanaan KNMP 2027 diharapkan dapat berjalan tepat sasaran serta memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan nelayan, khususnya di Sulawesi Selatan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *