Energi Pertamina Menggerakkan Kandora Coffee, Wanginya Kopi Toraja Menembus Pasar Global

Perempuan Toraja Tengah Mempilah-pilah Biji Kopi di Desa Marimbing Kecamatan Mangkedek Tana Toraja Sulawesi Selatan.
Perempuan Toraja Tengah Mempilah-pilah Biji Kopi di Desa Marimbing Kecamatan Mangkedek Tana Toraja Sulawesi Selatan.
banner 120x600
banner 468x60

Makassar,30 Oktober  2026,redaksimedia.com-Kandora Coffee Memperkenalkan Kopi Asli Toraja dengan Ragam Produk Tradisional Berkualitas.Kopi Toraja telah lama menjadi primadona bagi para pecinta kopi, terkenal dengan rasa khasnya yang unik dan kualitasnya yang luar biasa. Kandora Coffee hadir dengan komitmen untuk menghadirkan keaslian kopi Toraja melalui proses olahan tradisional yang terjaga dengan baik, menawarkan berbagai pilihan produk untuk memenuhi berbagai preferensi konsumen.

Kopi Toraja, berasal dari dataran tinggi Sulawesi Selatan, dikenal dengan karakteristik rasa kompleks yang mencakup rasa manis, asam, dan tubuh yang penuh. Kandora Coffee menjaga keaslian rasa kopi Toraja dengan menggunakan roasting manual tradisional, memastikan setiap cangkir kopi memberikan pengalaman minum yang memuaskan dan otentik.

banner 325x300

Kopi Toraja telah lama diakui sebagai salah satu kopi terbaik dunia, dengan cita rasa yang khas dan aroma yang menggugah selera. Namun, apa yang membuat kopi Toraja dari Kandora Coffee begitu istimewa? Rahasianya terletak pada kombinasi antara olahan tradisional dan proses roasting yang menggunakan belanga tanah dengan tungku kayu bakar.

Tradisi dalam Setiap Butiran Kopi

Kandora Coffee tidak hanya sekadar memproduksi kopi, tetapi mereka memelihara warisan tradisional dalam setiap tahap produksi. Mulai dari pemilihan biji kopi yang terbaik hingga proses pengeringan yang hati-hati, setiap langkah dijalankan dengan penuh keahlian dan dedikasi untuk mempertahankan kualitas kopi Toraja yang otentik.

Owner Kandora Coffee Arni Pabunga ST menceritakan Awal Mulanya Merintis Usaha Kandora Coffee pada Februari tahun 2018,setelah dirinya pensiun dari perusahaan tambang.Arni memilih pulang ke kampung halaman di Desa Marimbing Kecamatan Mangkedek Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan.

“Setelah saya pensiun dari perusahaan tambang Desember 2017 ,saya memilih pulang kampung ke Toraja untuk membuka usaha Kopi Toraja,namanya Kanddora Coffee.Potensi Kopi di Toraja sangat Bagus,untuk itu saya memperdayakan ibu-ibu rumah tangga,dan menjalin kerjasama dengan petani kopi di toraja.”ujar Arni.”

Sesuai dengan misi Kandora Kopi mendukung sumber daya lokal baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya alam untuk support ekonomi lokal,dengan memperdayakan tujuh ibu rumah tangga sebagai karyawannya,dan menjalin kerjasama dengan petani kopi lokal.

Kandora Coffee berasal dari nama gunung ( buntu Kandora ) yang ada persis di daerah tempat usaha, dengan harapan usaha dari Kandora Coffee bisa setinggi gunung.

Arni Mengungkapkan Salah satu ciri khas Kandora Coffee adalah penggunaan belanga tanah untuk proses roasting. Belanga tanah ini, dibakar dengan tungku kayu bakar, memberikan panas yang merata dan stabil untuk mengolah biji kopi. Teknologi ini bukan hanya menghasilkan suhu yang tepat untuk roasting, tetapi juga memberikan aroma yang unik karena interaksi langsung antara biji kopi dan tungku kayu bakar.

Keistimewaan Proses Roasting dengan Belanga Tanah

Metode roasting dengan belanga tanah tidak hanya mempertahankan karakteristik alami biji kopi Toraja, tetapi juga menghadirkan sentuhan rasa yang dalam dan berimbang. Panas yang dihasilkan dari tungku kayu bakar memberikan pengaruh tersendiri pada biji kopi, menciptakan nuansa rasa yang sulit dicapai dengan metode roasting modern lainnya.

Komitmen Kandora Coffee terhadap Kualitas

Kandora Coffee tidak hanya berfokus pada aspek tradisional dalam proses produksinya, tetapi juga mengutamakan kualitas dan keberlanjutan. Arni bekerja sama dengan petani lokal untuk memastikan bahwa bahan baku yang digunakan adalah yang terbaik, sambil mengambil langkah-langkah untuk mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan.

Kondora Coffee Memproduksi dua varian rasa kopi yaitu Varian Kopi Rasa Arabica dan Varian Kopi rasa Robusta dengan berbagai kemasan yakni kemasan 10 gram 100 gram 250 gram 500 gram dan 1.000 gram.Harga Kopi Bervariasi mulai dari 10K hingga 260K per kemasan.
Ada Juga kemasan yang langsung di minum ( khusus diproduksi dan dijual di makassar).
Begitu pula Varian size nya mulai dari Bean, Medium dan Fine.
Kandora Coffee juga melayani permintaan dari customer,jika ada customer yang mau di mix kopi yakni Arabica dan Robusta.

Berbagai Ukuran untuk Setiap Kebutuhan

Kandora Coffee memahami bahwa setiap konsumen memiliki preferensi yang berbeda-beda, termasuk budget yang tersedia. Oleh karena itu, produk-produk mereka tersedia dalam berbagai ukuran kemasan, mulai dari ukuran kecil untuk individu atau sampling, hingga ukuran besar untuk keperluan komersial atau konsumsi keluarga.

Mempermudah Konsumen Memilih

Dengan menyediakan berbagai pilihan produk dan ukuran yang fleksibel, Kandora Coffee mempermudah konsumen untuk memilih sesuai dengan preferensi dan anggaran mereka. Ini juga mencerminkan komitmen Kandora Coffee untuk menyediakan kopi Toraja berkualitas tinggi yang dapat diakses oleh semua kalangan.

 

Keberhasilan Kandora Coffee dalam memproduksi Varian rasa dengan berbagai kemasan tak lepas dari dukungan PT.Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berupa pemberian sebuah mesin huller kepada kandora Coffee untuk digunakan dalam proses produksi kopi.

Arni Pabunga Sebagai Owner Kandora Coffee mengakui mendapat pendampingan dari PT.Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi sejak tahun 2020 hingga saat ini.Selain itu kandora Coffee juga ikut sebagai akademik UMKM dan menjadi juara Go Global di tahun 2022.
Arni menjelaskan PT.Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memberikan pendampingan seperti pelatihan-pelatihan tentang pemasaran produk,tata cara kemasan dan packing produk yang baik.Tak hanya itu, PT.Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memfasilitasi untuk ikut pameran produk-produk kandora Coffee di berbagai ajang tingkat propinsi Sulsel, Nasional di Jakarta hingga ajang internasional.

Saat ini Kandora Coffee memiliki 30 bermitra dengan retail modern seperti : Gelael, Hypermart, Diamond, Satusama, toko ole-ole, terminal keberangkatan bandara hasanuddin.

Dukungan dan pendampingan dari PT.Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terhadap Kandorra Coffee dapat meningkatkan omset perbulan yang bisa mencapai 40 juta per bulan.

” Saya sangat berterima kasih kepada pihak Pertamina sulawesi untuk memperluas Kandora Coffee di pasar global.

Kandora Coffee Hadir di Pameran Trade Expo Indonesia ( TEI) 2026

 

Kandora Coffee tampil di ajang pameran Trade Expo Indonesia 14-18 october 2026.Arni Pabunga melihat partisipasi dalam TEI 2026 sebagai kesempatan untuk mengenalkan produk kopi Toraja sekaligus membangun hubungan bisnis yang dapat dikembangkan setelah pameran berakhir.

“Melalui TEI 2026, kami mendapat kesempatan untuk memperkenalkan kopi Toraja kepada lebih banyak calon mitra dan memahami kebutuhan pasar secara langsung. Beberapa peluang kerja sama yang muncul menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas produk dan mempersiapkan usaha agar mampu memenuhi kebutuhan pembeli. Kami berharap penjajakan ini dapat berlanjut menjadi kerja sama yang memberi manfaat bagi perkembangan Kandora Coffee dan kopi Toraja,” ungkap Arni.

Selama penyelenggaraan TEI 2026, Kandora Coffee juga membukukan penjualan ritel sebesar Rp7,945 juta. Capaian ini melengkapi hasil partisipasi yang berfokus pada perluasan jejaring bisnis dan penjajakan kerja sama jangka menengah maupun panjang.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Buka Peluang Pasar Global bagi Kandora Coffee Pasca Partisipasi di TEI 2026

 

Keikutsertaan Kandora Coffee, UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 menghasilkan sejumlah peluang kerja sama bisnis untuk pengembangan pasar kopi Toraja. Setelah mengikuti pameran perdagangan internasional yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Kandora Coffee menjajaki peluang pasokan kopi dalam skala besar, kerja sama pasokan rutin, hingga pengembangan produk bersama mitra bisnis.

Selama pameran, Kandora Coffee memperkenalkan kopi Arabika dan Robusta premium asal Toraja kepada pengunjung, calon pembeli, roastery, serta pelaku usaha dari berbagai sektor.

Kehadiran di TEI menjadi kesempatan bagi Kandora Coffee untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus memperkenalkan karakter kopi Toraja kepada pasar yang lebih luas, termasuk calon mitra yang memiliki kebutuhan pasokan untuk pengembangan bisnis.

Salah satu peluang yang dijajaki adalah rencana pasokan sebanyak 500 kilogram Arabica Green Bean Grade 1 kepada sebuah roastery di Jakarta, yang direncanakan terealisasi pada Juli 2027. Kandora Coffee juga membuka peluang pasokan rutin sebanyak 10 kilogram Arabica Green Bean per bulan kepada Anjiru Coffee di Yogyakarta. Selain itu, terdapat penjajakan kerja sama pengembangan produk drip coffee bersama eksportir dan agregator Elang Bumi Nusantara.

Rangkaian peluang tersebut menunjukkan potensi pengembangan bisnis Kandora Coffee setelah bertemu langsung dengan calon mitra selama pameran. Proses penjajakan juga memberikan kesempatan bagi usaha kopi asal Toraja ini untuk memahami kebutuhan pembeli, menjaga konsistensi kualitas produk, dan mempersiapkan kapasitas pasokan sesuai peluang kerja sama yang berkembang.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa keikutsertaan UMKM binaan dalam pameran perdagangan internasional merupakan bagian dari upaya membuka akses pasar dan mempertemukan produk unggulan daerah dengan calon mitra bisnis yang relevan.

“Bagi UMKM, kesempatan bertemu langsung dengan calon pembeli dan pelaku industri menjadi langkah penting untuk mengembangkan usaha. Kami berharap peluang yang diperoleh Kandora Coffee selama TEI 2026 dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama yang berkelanjutan, sehingga kopi Toraja semakin dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Pertamina terus mendorong UMKM binaan untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat kapasitas usaha, dan memanfaatkan peluang pasar secara optimal,” ujar Lilik.

 

Pendampingan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terhadap Kandora Coffee mencakup peningkatan kapasitas produksi, fasilitasi sertifikasi, kurasi produk, dukungan keikutsertaan dalam pameran, serta akses pertemuan bisnis dengan calon pembeli. Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu UMKM mempersiapkan produk dan usahanya agar semakin kompetitif dalam menjangkau pasar nasional maupun internasional.

Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan usaha UMKM; SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui peningkatan kapasitas serta daya saing produk; dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pembukaan jejaring bisnis dan penjajakan kerja sama dengan pelaku industri.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berharap peluang yang diperoleh Kandora Coffee pasca pameran dapat berkembang menjadi kemitraan bisnis yang konkret. Dengan menjaga kualitas, memperkuat kesiapan produksi, dan membangun hubungan jangka panjang dengan pembeli, Kandora Coffee diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus membawa kopi Toraja semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional.

Kandora Coffee Dalam Pandangan Akademisi

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar dan juga pemerhati UMKM Dr.A.Nur Bau Massepe mengatakan bahwa produk kandora coffee berupa kopi Toraja Arabika dan robusta di lihat dari kualitas produk dan kemasan sudah memenuhi standar UMKM di pasar lokal dan nasional.

Menurutnya,Kandora Coffee memiliki peluang untuk mengambil bagian dalam pengembangan industri kopi lokal. Namun, keberhasilan ekspansi pasar akan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan menjaga kualitas, membangun kepercayaan pembeli, dan mengubah peluang promosi menjadi transaksi bisnis yang berkelanjutan.

Dengan strategi yang tepat, produk kopi lokal seperti Kandora Coffee berpeluang memperkuat posisi kopi Toraja sebagai produk bernilai tambah sekaligus mendorong pertumbuhan UKM dan ekonomi daerah.

“Kopi Toraja memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah. Namun, potensi tersebut perlu didukung strategi bisnis yang terarah, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran kepada konsumen yang sesuai dengan karakteristik produk.”ujarnya.”

Dalam persaingan industri kopi, pelaku UKM juga perlu memahami perubahan perilaku konsumen. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga kualitas, asal produk, pengalaman menikmati kopi, serta cerita yang melekat pada merek.

Andi Nur Bau Massepe mengatakan selain kualitas produk, penguatan pemasaran digital dan perluasan jaringan distribusi menjadi faktor penting. Pemanfaatan platform digital, kerja sama dengan kedai kopi, serta kemitraan dengan pelaku industri pengolahan kopi dapat membuka peluang pasar yang lebih luas.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *