Makassar,5 Agustus 2026,redaksimedia.com-Nurul Aini Fahira F. atau akrab disapa Fahira, menjadi salah satu remaja yang menunjukkan bakatnya di dunia modeling sejak usia dini.
Remaja yang tergabung dalam Sanggar Frida ini memiliki tinggi badan 172 sentimeter dengan berat badan 48 kilogram.
Saat ini, Fahira merupakan siswi kelas IX C di SMP Negeri 51 Makassar.
Ketertarikan Fahira terhadap dunia modeling tumbuh sejak usianya baru enam tahun.
Sejak saat itu, ia terus mengasah kemampuan berjalan di atas catwalk, membangun rasa percaya diri, serta mengikuti berbagai pelatihan dan kegiatan yang mendukung bakatnya.
Perjalanan tersebut membawanya mendapat kesempatan tampil sebagai model dalam ajang Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) x South Sulawesi Digital Festival (Digifest) 2026 bertajuk Wastra Heritage Market.
Acara yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan pada 28 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Makassar itu menjadi panggung istimewa bagi Fahira.
Dalam peragaan busana tersebut, Fahira dipercaya mengenakan koleksi tenun sutra karya desainer Idha Jashari yang mengangkat keindahan wastra khas Sulawesi Selatan. Kesempatan itu menjadi pengalaman berharga sekaligus menambah kepercayaan dirinya sebagai model muda.
Bagi Fahira, bisa tampil di hadapan banyak penonton dengan mengenakan busana berbahan tenun sutra merupakan pengalaman yang tidak akan dilupakannya.
“Saya sangat senang dan bangga bisa diberi kesempatan tampil di acara sebesar ini. Rasanya deg-degan, tapi juga bahagia karena bisa memperagakan busana yang begitu indah sekaligus memperkenalkan tenun sutra Sulawesi Selatan kepada banyak orang,” ujar Fahira.
Ia mengatakan setiap kesempatan tampil di atas panggung selalu menjadi pelajaran baru. Karena itu, ia berusaha mempersiapkan diri dengan berlatih berjalan di atas catwalk, menjaga sikap, dan tetap percaya diri.
“Sejak kecil saya memang suka dunia modeling. Saya ingin terus belajar supaya bisa menjadi model yang lebih baik lagi. Semoga ke depannya bisa mengikuti lebih banyak fashion show dan membawa nama baik Sanggar Frida, sekolah, serta orang tua saya,” katanya.
Fahira juga berharap semakin banyak anak-anak dan remaja yang mencintai budaya Indonesia melalui dunia fesyen.
“Menurut saya memakai tenun bukan hanya membuat kita tampil cantik, tetapi juga ikut melestarikan budaya daerah. Saya bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan yang mengenalkan wastra Indonesia kepada masyarakat,” tuturnya.
















